Tunjangan Lansia Turun Jadi Rp 500.000, Komisi IV DPRD Badung Gelar Raker dengan Disos dan OPD Lainnya

RAKER – Ketua Komisi IV DPRD Badung Made Sumerta memimpin raker dengan sejumlah OPD, Kamis (21/10/2021).

 

Balinetizen.com, Mangupura-

Komisi IV DPRD Badung, Kamis (21/10/2021) menggelar rapat kerja dengan sejumlah OPD seperti Dinas Sosial (Disos) dan sejumlah OPD lainnya seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, RS Mangusada, Dinas Kebudayaan, Disperinaker, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Raker dipimpin Ketua Komisi IV Made Sumerta didampingi Luh Putu Gede Rara Hita Sukma Dewi, Made Suwardana dan Nyoman Gede Wiradana.
Saat itu Sekretaris Dinas Sosial AA Istri Agung Swandewi mengungkapkan sejumlah data. Anggaran untuk tunjangan lansia kini turun dari Rp 1 juta menjadi Rp 500.000 per orang. Yang berhak menerima adalah warga yang tercantum dalam DTKS. “Jumlah tunjangannya turun dari Rp 1 juta menjadi Rp 500.000,” ujarnya.
Selain itu, ujarnya, Dinas Sosial juga menyalurkan bantuan untuk disabilitas seperti kursi roda, alat bantu dengar, dan tongkat tripod. “Di APBD Perubahan kami mengajukan 50 kursi roda, yang disetujui hanya 26 buah. Pada 2022 kami tetap mengajukan 50 buah,” katanya.
Khusus kursi roda, katanya, menjadi hak penerima bantuan. Bantuan tertera di berita acara dan menjadi hak penerima bantuan. Jadi tak bisa diambil lagi walaupun penerima sudah tidak memerlukan lagi.
Sementara Dinas Kesehatan dilaporkan Sekdis Kesehatan Nyoman Oka Jayane, pada 2022 menerima anggaran Rp309 miliar. Dari jumlah ini, katanya, yang bisa dieksekusi hanya Rp293,7 miliar. Dana ini nantinya terserap 41 persen untuk gaji  dan tunjangan Rp 153 miliar, tenaga kegiatan seperti untuk Jumantik dan Ambulan Desa Rp 75 miliar, untuk Jamkesmas Rp 30 miliar, dan untuk operasional hanya Rp29 miliar untuk belanja modal dan operasional.
Dilaporkan juga, anggaran untuk akreditasi khususnya untuk survei pusat sebesar Rp 754 juta yang belum ada. Untuk itu, dia berharap Komisi IV bisa memfasilitasi sehingga program akreditasi puskesmas bisa berjalan dengan baik. Setelah dengan Diskes, raker masih berlanjut untuk OPD lainnya. (RED-MB)

Baca Juga :
Mobil Fortuner Berpenumpang 7 Mahasiswa Kedokteran Dan Hukum Menabrak Pohon Di Desa Selat

Leave a Comment

Your email address will not be published.