Wabup Jembrana Ipat Belajar Program “Rantang Kasih” ke Banyuwangi

Rombongan Wakil Bupati (Wabup) Jembrana diterima Wakil Bupati (Wabup) Banyuwangi H. Sugirah dan Kepala Bappeda Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo Wicaksono serta pejabat lainnya, Jumat ( 22/10/2021).
Balinetizen.com, Jembrana-
Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna didampingi Kepala Dinas (Kadis) Sosial, dr. Made Dwipayana dan Kadis PMD Jembrana, Gede Sujana belajar program “Rantang Kasih” ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Di Banyuwangi, rombongan Wakil Bupati (Wabup) Jembrana diterima Wakil Bupati (Wabup) Banyuwangi H. Sugirah dan Kepala Bappeda Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo Wicaksono serta pejabat lainnya, Jumat ( 22/10/2021).
Wabup Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) mengatakan pihaknya datang ke Banyuwangi ingin mengetahui lebih jauh terkait program Rantang Kasih untuk selanjutnya dapat diterapkan di Jembrana. Terlebih masalah kemanusiaan ataupun kemiskinan menjadi atensi khusus pemerintahan Jembrana.
“Kami berkunjung ke Banyuwangi ini ingin mengetahui lebih dalam terkait program Rantang Kasih Pemkab Banyuwangi” ujar Wabup Ipat didampingi Kadis Sosial, dr. Made Dwipayana.
Masalah kemiskinan dan lansia menurutnya juga ada di Jembrana. Sehingga program Rantang Kasih Banyuwangi ini patut untuk ditiru dan nantinya akan diterapkan di Jembrana. Karena diera pemerintahannya kemiskinan dan lansia menjadi atensi khusus.
“Nanti kita mulai dari pendataan, by name by address. Dikelompokkan  perbanjar atau perdesa melalui sistem sehingga lebih mudah untuk realisasinya” terang Wabup Ipat.
Sementara itu Wabup Banyuwangi H. Sugirah menyampaikan bahwa program Rantang Kasih luncurkan sejak tahun 2017. Dan dalam program ini, para lansia miskin mendapatkan kiriman rantang makanan siap saji setiap hari secara gratis.
Di Banyuwangi menurutnya total ada1000 orang lebih sebagai penerima program Rantang Kasih. Sedangkan dananya berasal dari kolaborasi APBD Banyuwangi dan Badan Amil Zakat serta alokasi dana desa (ADD).
Program Rantang Kasih dilaksanakan lintas sektor, dimana  kecamatan serta desa sebagai koordinator penyalur makanan. Dinas Kesehatan mensupervisi gizi dan higienitas makanan yang disediakan oleh warung-warung rakyat.
Dinas Pendidikan menurutnya juga dilibatkan. Mereka mengajak para pelajar secara berkala mengunjungi warga lansia. Tujuannya memupuk rasa kepekaan sosial sejak dini” jelasnya.
Disebutnya lansia yang diberikan bantuan adalah lansia yang memang hidup sebatang kara dan tidak ada yang mencarikan nafkah. Dan jika pun memiliki anak, namun tinggal jauh dan keluarganya juga tidak mampu. “Kami disini selektif. Disurvey dulu melalui desa terus kecamatan. Termasuk dalam pendistribusian sehingga tepat sasaran” pungkasnya.
Pewarta : Komang Darmadi
Baca Juga :
Terkait Usulan Fraksi PDI-Perjuangan, Ini Penjelasan Bupati Tamba

Leave a Comment

Your email address will not be published.