Bupati Tabanan Bangga Dengan Semangat Kebersamaan Warga Desa Adat Tunjuk

 

Balinetizen.com, Tabanan

Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan yang senantiasa mendukung kegiatan pembangunan masyarakat ditunjukkan dengan hadirnya Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M di tengah-tengah masyarakat untuk mengikuti Upacara Uleman Ngeteg Linggih Pedudusan Agung Lan Tawur Balik Sumpah Madya Pura Puseh Lan Pura Puser Angin di Pura Puseh Desa Adat Tunjuk, Kecamatan Tabanan, Senin (15/11).

 

Dalam kegiatan ini Bupati Sanjaya didampingi oleh Sekda, Kabag Kesra, Kabag Umum, Kabag Prokopim dan Kepala BKD, serta dihadiri pula oleh Jero Mangku Lanang Istri, Camat Tabanan beserta Unsur Muspika, Perbekel Desa Tunjuk, Ketua BPD Desa Tunjuk, Bendesa Adat Ds Tunjuk dan OPD terkait. 

 

Acara Ngeteg Linggih di Pura Puseh Desa Adat Tunjuk yang sudah dimulai pembangunannya sejak 3 tahun yang lalu ini, mendapat apresiasi yang sangat baik dari Pemkab Tabanan, terutama oleh Bupati Sanjaya. Sebab dalam pelaksanaanya, dilakukan dengan semangat gotong-royong dari Krama Pemaksan Desa. Meskipun sempat tertunda dikarenakan pandemi, sebanyak 75% Karya yang sudah disiapkan dengan sangat baik ini, akan selesai dan dijadwalkan puncak acaranya pada Rahina Saniscara Kliwon wuku Kuningan, Sabtu, 20 November 2021.

“Saya perhatikan untuk semeton Tunjuk, selalu bersemangat dalam mempersiapkan karya, terlihat dari persiapan sarana upakaranya, pakaian yang digunakan dan acara yang disiapkan sudah sangat luar biasa” Ungkap Sanjaya. Baginya, karya yang dilakukan sudah sesuai Dengan sastra agama. “Sangat senang bisa hadir di sini dan menyaksikan secara langsung konsep karya yang luar biasa, sasana sampun manut pisan, seragamnya serasi dan bagus, intinya dari hulu, tengah dan hilir karya sampun becik pisan” lanjutnya.

Pujian tersebut tidak semata-mata diberikan oleh Bupati Sanjaya, sebab, gotong-royong Krama Pemaksan Desa Tunjuk yang berjumlah 156 KK ini sudah mampu dipersiapkan dan dilakukan dengan sangat baik. Sebanyak 1,5 Milyar dana dianggarkan untuk pelaksanaan karya tersebut, yang didapat dari punia dan donasi Krama Pemaksan, Bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali dan Desa Adat.

Baca Juga :
Facebook Berencana Ganti Nama Sambut "Metaverse"

Sraddha Bhakti, bagi Sanjaya sudah masuk dalam unsur pelaksanaan Karya ini. “Sraddha Bhakti, berarti sebuah keyakinan, apalagi upacara ini sudah dilakukan sejak 3 tahun sampai sekarang, berarti masyarakat memiliki keyakinan dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dengan Ida Bhatara bahwa karya ini akan berjalan dengan baik” Ujar orang nomor satu di Tabanan tersebut.

Selebihnya Sanjaya berpendapat, Karya Ngeteg Linggih ini sudah termasuk karya yang Satwika Yadnya, Karya yang utamaning utama dan tidak bisa diukur oleh biaya, kehadiaran dan lainnya, apabila 3 elemen yang hadir di tengah-tengah pelaksanaan upacara ini, berarti karya sudah kepuput oleh sang sulinggih. Oleh sebab itu, Pemkab Tabanan akan senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat, untuk memberikan bantuan serta menjembatani kegiatan keagamaan masyarakat sebagai wujud dukungan langsung, sehingga keharmonisan sekala dan niskala bisa terjalin dengan baik. @prokopimtabanan

Leave a Comment

Your email address will not be published.