Tanggap Bencana, Wabup Ipat Tinjau Beberapa Titik Lokasi Bencana di Jembrana

 

Jembrana (Metrobali.com)

 

Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna melakukan pemantauan di sejumlah titik bencana akibat hujan deras melanda wilayah Jembrana sejak minggu (5/12) sampai dengan Senin Pagi tadi (6/12). Seperti diketahui peningkatan curah  hujan yang terjadi saat ini diakibatkan fenomena La Nina yang terjadi di Pulau Jawa, Bali, dan beberapa wilayah lainnya.

Lokasi yang pertama dikunjungi Wabup Ipat yaitu tempat usaha (warung) milik Agus Suparuwan (30) yang hampir roboh tertimpa  pohon tumbang akibat tergerus derasnya aliran sungai yeh satang di Banjar Loloan, Desa Medewi, kecamatan Pekutatan. Beruntung dari kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa dan sudah dapat ditangani oleh warga setempat dibantu oleh petugas terkait.

Selanjutnya Wabup meninjau lokasi banjir akibat meluapnya sungai Pulukan, Desa Pekutatan. Dari banjir bandang tersebut terdapat 16 KK yang rumahnya terendam banjir . Sejumlah KK kehilangan peralatan rumah tangga, dan perlengkapannya lainnya.

Usai meninjau lokasi pohon tumbang dan banjir, Wabup Ipat didampingi Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra serta jajaran terkait meninjau lokasi senderan di depan kuburan Banjar Pasar serta warung pinggir pantai di Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo yang hancur akibat diterjang banjir rob dan gelombang tinggi.

Hal yang sama juga terjadi di Pebuahan, Desa Banyubiru banyak rumah warga yang hancur akibat abrasi dan gelombang tinggi di pantai pesisir Pebuahan, Banyubiru, juga dikunjungi Wabup Ipat diakhir roadshownya.

Wabup Ipat usai peninjauan menyampaikan turut prihatin atas sederet bencana yang menimpa warga di beberapa wilayah di Kabupaten Jembrana ini. Tentu bencana  tersebut, tidak terlepas oleh cuaca ekstrim yang saat ini melanda di Kabupaten Jembrana khusunya  akibat  fenomena La Nina yang berdampak pada peningkatan  intensitas curah  hujan. “ Untuk itu, Saya berharap kepada warga senantiasa selalu waspada, khususnya bagi warga masyarakat yang tinggal di dekat-dekat sungai, pinggir pantai, dan didekat tebing-tebing yang tinggi. Bencana bisa terjadi kapan saja, tidak bisa kita prediksi jadi harus betul-betul waspada,” ucapnya.

Baca Juga :
Peningkatan Aksesibilitas Masih Menjadi Fokus Dalam Pengembangan Pariwisata Buleleng

Lebih lanjut, pihaknya menuturkan pemerintah melalui dinas terkati akan berupaya dalam menanggulangi bencana-bencana yang terjadi ini, sehingga segera dapat ditangani. “Saat ini, terlebih dahulu, Saya minta kepada pihak BPBD Jembrana  agar segera menginventaris warga yang terdampak musibah tersebut, sehingga nantinya bisa segera dilakukan penyaluran bantuan sehingga mampu meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah,” kata Wabup Ipat. (RED-BN)

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.