Antisipasi Penyebaran DBD Kelurahan Panjer Lakukan Fogging

Balinetizen.com, Denpasar

Dalam rangka mengantisipasi serta meningkatkan kewaspadaan dini terhadap peningkatanan kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Kelurahan Panjer Melakukan Fogging  di Jalan Tukad Irawadi No 42 B Lingkungan Celuk Panjer dan sekitarnya Sabtu (16/4).

Fogging dilakukan mulai pukul 06.30 Wita. Warga terlihat sangat antusias dan mereka menunjukan tempat-tempat yang dicurigai sebagai tempat berkembang biaknya  nyamuk di daerah tempat tinggal mereka. “Dengan adanyanya fogging ini diharapkan, tidak ada lagi warga  yang terkena penyakit Demam Berdarah,” kata  Lurah Panjer I Putu Budi Ari Wibawa saat di wawancara usai kegiatan fogging.

Budi Ari  mengatakan, fogging  yang dilaksanakan kelurahan Panjer ini merupakan tindakan antisipasi atau pencegahan dari gigitan  nyamuk Demam Berdarah. Sesuai dengan arahan Walikota Denpasar  Kelurahan Lanjer berupaya untuk berpartisipasi dalam pencegahan DBD ini dengan melakukan fogging.

Sejatinya, fogging tidak bisa mengatasi permasalahan demam berdarah dengan tuntas , tapi masyarakat terlanjur merasa aman jika sudah dilakukan fogging.

Pencegahan DBD ini akan lebih efektif jika fogging diimbangi dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk, dengan  menggunakan istilah 3M plus yaitu dengan menutup tempat penampungan air, menguras bak mandi dan tempat penampungan air sekurang-kurangnya seminggu sekali serta menimbun sampah-sampah dan lubang-lubang pohon yang berpotensi sebagai tempat perkembangan jentik-jentik nyamuk. Selain itu juga dapat dilakukan dengan melakukan tindakan plus seperti memelihara ikan pemakan jentik-jentik nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, menyemprot dengan insektisida, memasang obat nyamuk, memeriksa jentik nyamuk secara berkala serta tindakan lain yang sesuai dengan kondisi setempat. “Dengan usaha yang   kami lakukan ini, kami harap perkembangan nyamuk demam berdarah bisa diminimalisir dan masyarakat bisa hidup sehat serta terhindar dari penyakit yang ditularkan oleh nyamuk ini,” harapnya. (RED-BN)

Baca Juga :
WHO: Sejauh ini belum ada kematian akibat Omicron

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.