Keluh Kesah Sopir Bus Mini Jalur Denpasar-Gilimanuk

 

Balinetizen.com, Jembrana

 

Dua tahun ditiadakan karena Pandemi Covid-19, Mudik Lebaran 2022 disambut sumringah para sopir angkutan umum. Para sopir angkutan kota dalam provinsi (AKDP) khususnya jalur Denpasar-Gilimanuk berharap dapat mengais rezeki dari kebijakan tersebut.

Terlebih pemudik dihimbau pemerintah untuk dapat menggunakan moda kendaraan umum saat mudik Lebaran. Namun harapan para sopir tinggal harapan. Karena saat arus mudik atau pun balik Lebaran 2022 tidak ada peningkatan penghasilan.

“Sepi (penumpang), sama seperti hari-hari biasa. Arus mudik, arus balik (Lebaran), tidak ada pengaruh” ujar Gede Arsana (57), salah seorang sopir bus mini saat menunggu penumpang di Terminal Gilimanuk.

Ia menduga sepinya penumpang, baik saat arus mudik maupun arus balik Lebaran disebabkan banyak pemudik menggunakan kendaraan pribadi, baik sepeda motor maupun kendaraan roda empat (4) dan juga beroperasinya travel bodong.

“Dulu setiap mau Lebaran bisa panen, sekarang sehari dapat 5 penumpang. Padahal travel berijin bisa dihitung dengan jari” imbuhnya.

Untuk bisa tetap beroperasi kata dia, para sopir jurusan Denpasar-Gilimanuk hanya mengandalkan carteran dari rombongan penumpang lokal.

Wayan Puta (32), sopir bus mini asal Melaya mengatakan bahwa trayek Denpasar-Gilimanuk tidak setiap hari bisa ditempuh. Karena penumpang yang ke Denpasar sangat jarang. “Sampai di Negara saja. Setoran setiap hari Rp.100 ribu sampai Rp. 200 ribu” tuturnya.

“Kami dikalahkan travel bodong. Pemudik dijemput di tempat” imbuhnya.

Hal sama disampaikan Putu Suaranya (50), sopir dari Desa Baluk. Pemudik langsung dikoordinir oleh pemberi kerja. Dan dijemput di tempat kerja bahkan diantar sampai di tujuan.

Dengan kondisi penumpang sepi, para sopir dituntut harus bisa menutupi biaya operasional yang lumayan tinggi. Sementara BBM dari Gilimanuk ke Ubung menghabiskan Rp.170 ribu. Sedangkan ongkos dari Gilimanuk ke Denpasar Rp.50 ribu per orang.

Baca Juga :
Kasus Meninggal Dunia Nihil, Sebanyak 7 Orang Pasien Covid-19 Sembuh di Kota Denpasar

“Kalau dari Gilimanuk sampai Negara Rp.15 ribu. Sekarang penumpang sepi. Kami giliran antre. Sudah antre berjam-jam malah kosong, padahal sudah arus balik” ungkapnya. (Komang Tole)

Leave a Comment

Your email address will not be published.