Di Jembrana 4 Ribu Lebih Pemilih Ditemukan TMS

 

Balinetizen.com, Jembrana 
Kegiatan Pemuktahiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) jelang Pemilu 2024 terus berlanjut. Di bulan Juli 2022, KPU Jembrana menemukan 4.194 pemilih tidak memenuhi syarat (TMS).
Menurut Ketua KPU Jembrana Ketut Gede Tangkas Sudiantara, ada tiga faktor sebagai penyebab banyaknya pemilih yang TMS diantaranya meninggal dunia, pindah domisili dan perubahan status menjadi TNI atau Polri. “Kegiatan PDPB dilaksanakan setiap bulan secara berkesinambungan. Selanjutnya setiap triwulan disampaikan melalui Rakor PDPB” ujar Tangkas, Rabu (31/8/2022).
Pihaknya sebelumnya memiliki data terkait yang meninggal. Namun karena belum memiliki akte sehingga belum dimasukan sebagai pemilih TMS. Termasuk Dinas Dukcapil Jembrana sehingga belum dilakukan pencoretan nama karena belum mengurus akte kematian.
Dan untuk memastikannya, pihaknya kemudian melakukan kroscek by name by address dengan turun langsung ke desa-desa, termasuk ketemu langsung dengan kepala desa (Perbekel) karena tidak memiliki badan adhoc dan camatnya.
“Kalau dulu kita kan menunggu. Tapi sekarang kita jemput bola kebetulan kita ada lima komisioner. Jadi masing-masing satu kecamatan” terangnya.
Selain itu pihaknya juga meminta pihak desa untuk membuatkan surat keterangan kematian jika yang bersangkutan memang benar meninggal berikut kelengkapan administrasi seperti tanggal meninggal dan saksi. “Kita kan juga punya data. Nama-nama ini kenapa muncul terus padahal sudah dicoret. Nah indikasi-indikasi seperti inilah yang kita tindaklanjuti” jelasnya.
Menurutnya pemilih yang sudah meninggal dari total 4.194 pemilih TMS itu sudah dilengkapi surat keterangan meninggal dari desa yang ditandatangani oleh perbekel dan kelian sehingga dilakukan pencoretan. “Di surat keterangan itu disampaikan bahwa yang bersangkutan atau nama ini memang benar sudah meninggal. Karena sudah ada surat keterangan kita masukan sebagai pemilih TMS” ungkapnya.
Di bulan Juli lalu diakuinya kegiatan pemuktahiran data lebih difokuskan kepada TMS, bukan ke pemilih baru. Sehingga di akhir bulan kelihatan ada penurunan yang drastis akibat dari ditemukan banyak pemilih TMS, sementara pemilih baru belum masuk. “Setelah ini, mulai bulan depan baru kita fokuskan untuk keduanya, TMS dan pemilih baru” imbuhnya.
Masih kata Tangkas, sampai bulan Juli tercatat sebanyak 237.532 dengan rincian laki-laki 117.722 orang dan perempuan 119.810 orang. Dan data pemilih berkelanjutan (DPB) di bulan Agustus sebanyak 233.380 pemilih yakni laki-laki 115.709 dan perempuan 117.671 pemilih.
“Kami juga berkordinasi dengan instansi terkait dengan tujuan untuk memproleh data yang lebih valid menjelang Pemilu 2024” pungkasnya. (Komang Tole)
Baca Juga :
Bupati Suwirta Resmikan PAMSIMAS III Tahun 2019

Leave a Comment

Your email address will not be published.