Terduga Pelaku Edarkan Video Mesumnya Di WhatsApp Group Meringkuk Diterali Besi

 

Balinetizen.com, Buleleng

Terduga pelaku persetubuhan anak dibawah umur, Komang AP (19) terhadap korban sebut saja namanya Luh (16) terancam hukuman 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun. Malahan yang menjadikan kasus ini menjadi buah bibir, perbuatan mesumnya itu di videokan dan diedarkan ke WhatsApp Group (WAG). Dan kasus ini dirilis Polres Buleleng melalui Kasatreskrim Polres Buleleng, AKP Hadimastika Karsito Putro didampingi Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya pada Rabu, (25/1/2023) kepada wartawan di Mapolres Buleleng.

Seijin Kapolres Buleleng, Kasatreskrim Polres Buleleng, AKP Hadimastika Karsito Putro mengatakan bahwa kronologis kejadiannya, berawal korban sebut saja namanya Luh (16) pada bulan Pebruari 2022 lalu, berkenalan dengan terduga pelaku Komang AP (19) lewat Handphone, yang kemudian berlanjut kejenjang pacaran sejak bulan April 2022.

“Selama pacaran korban dengan pelaku sering melakukan hubungan badan. Dan perbuatan tersebut dilakukan dirumah pelaku disaat orang tua pelaku tidak ada dirumah.” jelasnya

Lebih lanjut dikatakan hubungan badan yang dilakukan korban dengan pelaku terkadang direkam dengan menggunakan HP milik pelaku dan terkadang juga menggunakan Hp milik korban.

“Video yang beredar adalah rekaman yang dibuat pelaku pada bulan September 2022, tepatnya pada hari Minggu tanggal 11 September 2022 pukul 13.00 wita, saat itu korban bermain kerumah terduga pelaku yang lokasinya di salah satu desa di Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng.” ungkap Hadimastika

“Sebulan kemudian tepatnya pada bulan Oktober 2022, hubungan pacaran antara korban dengan pelaku putus, yang disebabkan pada saat pelaku dipanggil oleh korban saat masih dikelas, pelaku asyik main game, sehingga korban langsung memutuskan hubungan pacarannya. Selanjutnya di bulan Januari 2023 beredar di WhatsApp Group teman sekolahnya tentang vidio mesum korban dengan pelaku. Beredarnya video ini, akhirnya diketahui oleh korban.” urainya.

Baca Juga :
JPKP Bali Dampingi Bayi di Batuyang Tanpa Tempurung Kepala dan Stunting, Harapkan Ada Bantuan Pemerintah

Atas perbuatan terduga pelaku Komang AP itu, disangkakan telah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 81 UU RI Nomor 17 tahun 2016 perubahan atas UU RI No 35 tahun 2014 perubahan atas UU RI no 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan terhadap anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun. GS

Leave a Comment

Your email address will not be published.