Bupati Tamba Bagikan 128 Ekor Babi untuk Desa Adat di Jembrana

 

Balinetizen.com, Jembrana

Menjelang Hari Raya Nyepi tahun Caka 1945, sehari sebelum upacara Melasti, Bupati Jembrana I Nengah Tamba bersama Wakil Bupati Jembrana IGN Patriana Krisna secara roadshow melaksanakan kegiatan pembagian babi kepada Desa Adat se-Kabupaten Jembrana, Sabtu (18/3).

Sebanyak 128 ekor babi dibagikan secara simbolis oleh Bupati Tamba bersama Wabup Ipat kepada 64 Desa Adat mulai dari Kecamatan Pekutatan, Mendoyo, Jembrana, Negara dan berakhir di Kecamatan Melaya, dengan pembagian 2 ekor babi untuk masing-masing Desa Adat. Masing-masing babi yang dibagikan itu mencapai berat 90 Kg.

Menurut Bupati Tamba, pembagian babi ini merupakan komitmen pemerintah yang telah berjalan mulai tahun lalu untuk membantu umat Hindu di Jembrana melaksanakan upacara melasti yang merupakan rangkaian hari Raya Nyepi.

“Ini tentu sebagai komitmen kita, ini sudah berjalan dua kali, tahun kemarin dan hari ini, kami harap dimanfaatkan dengan baik untuk upacara melasti, setelah melalui rangkaian melasti yang melelahkan, agar sesampainya di Pura ada yang disuguhkan untuk masyarakat,” kata Bupati Tamba usai penyerahan babi kepada Desa Adat.

Lanjut jelasnya, program tersebut akan dilaksanakan secara berkelanjutan, Bupati Tamba mengatakan tahun 2022 diserahkan 1 ekor babi kepada Desa Adat dan tahun ini ditingkatkan menjadi dua babi per-Desa Adat. “Seperti yang tyang janjikan dulu sekarang tambah satu ekor lagi, astungkara tahun depan ditingkatkan lagi, kami berjanji tahun depan bantuannya dua babi ditambah beras, astungkara,” ujarnya.

Terakhir, pihaknya berharap umat Hindu dapat menjalani Catur Brata Penyepian sebagai rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi dan Tahun Baru Caka 1945 dengan sungguh-sungguh agar pelaksanaan brata panyepian setiap tahunnya terus ada peningkatan.

“Kepada seluruh umat Hindu dimanapun, khususnya di Jembrana agar benar-benar melaksanakan catur brata panyepian, kita hormati tradisi kita, semakin tahun harus semakin bagus, hargai betul-betul brata panyepian hanya satu kali dua puluh empat jam, mari kita mulat sarira,” harapnya.

Baca Juga :
Update Penanggulangan Covid-19 Jumat, 28 Agustus 2020

Disisi lain, Bendesa Adat Sangkaragung I Ketut Wardana mengatakan sangat terbantu atas pemberian bantuan dua ekor babi untuk menyambut rangkaian pelaksanaan hari Raya Nyepi dan juga atas perhatian Pemerintah Daerah yang sudah memberikan berbagai bantuan serta kemudahan dalam pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan.

“Saya selaku Bendesa merasa terbantu dan merasa diperhatikan dalam menyambut pelaksanaan Catur Brata Penyepian. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada bapak Bupati dan Wakil Bupati serta pemerintah Kabupaten Jembrana yang sudah peduli kepada desa adat baik dalam pelaksanaan hari raya Nyepi, serta sudah dibantu dan dimudahkan untuk kegiatan lainnya, apalagi di hari ini sudah dibantu bahkan ditambah lagi satu babi dari tahun sebelumnya,” ujarnya.

Sumber : Humas Jembrana

Leave a Comment

Your email address will not be published.