WNA Amerika Serikat Dideportasi dari Bali karena Pelanggaran Izin Tinggal

 

Balinetizen.com, Denpasar-

 

Kementerian Hukum dan HAM di bawah kepemimpinan Yasonna H. Laoly kembali melakukan deportasi terhadap seorang Warga Negara Asing (WNA) di Bali. Kali ini, yang terkena dampak adalah seorang pria WNA Amerika Serikat berusia 46 tahun bernama Daniel Robert Russel (DRS). Tindakan ini diambil karena DRS melanggar Pasal 78 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Pasal 78 Ayat (3) Undang-Undang tersebut menyebutkan bahwa Orang Asing pemegang Izin Tinggal yang telah berakhir masa berlakunya dan masih berada dalam Wilayah Indonesia lebih dari 60 hari dari batas waktu Izin Tinggalnya akan dikenai Tindakan Administratif Keimigrasian berupa Deportasi dan Penangkalan.

Kepala Rumah Detensi Imigrasi Denpasar, Babay Baenullah, menjelaskan bahwa DRS sebelumnya memiliki Visa on Arrival dan menghabiskan sebagian besar waktunya di Indonesia, terutama di Bali, sementara ia juga mengunjungi Lombok, Sulawesi, Jawa, dan Sumatera untuk berlibur, berselancar, dan berkunjung ke teman-temannya.

Namun, DRS menyadari bahwa izin tinggalnya telah berakhir. Dia mengklaim bahwa paspornya ditahan oleh sebuah perusahaan biro perjalanan yang membantunya memperpanjang izin tinggalnya. Meskipun menyadari kesalahannya, DRS tidak segera mengurus perpanjangan izin tinggalnya. Sebaliknya, dia memutuskan untuk tetap tinggal di Indonesia tanpa menarik perhatian pihak berwenang.

Pada 8 September 2023, DRS diamankan oleh Kantor Imigrasi Ngurah Rai setelah ditemukan bahwa dia telah melampaui batas izin tinggalnya selama lebih dari 60 hari (overstay), yang merupakan pelanggaran Pasal 78 Ayat 3. Babay menjelaskan bahwa meskipun DRS berdalih dengan alasan kealpaan, imigrasi masih dapat melakukan Tindakan Administratif Keimigrasian dalam bentuk deportasi sesuai dengan asas “ignorantia legis neminem excusat” (ketidaktahuan akan hukum tidak membenarkan siapa pun).

Baca Juga :
Jelang Galungan, Ratusan Babi Siap Potong diperiksa Petugas

Karena deportasi tidak dapat segera dilakukan, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai memindahkan DRS ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar pada 14 September 2023 untuk persiapan deportasi selanjutnya. Setelah 19 hari di Rudenim, DRS akhirnya dideportasi ke kampung halamannya melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali pada 2 Oktober 2023, dengan tujuan akhir di Boston, Logan International Airport, yang diawasi oleh petugas Rudenim Denpasar. DRS yang telah dideportasi akan dimasukkan dalam daftar penangkalan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi.

Menurut Pasal 102 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, penangkalan dapat berlaku selama paling lama enam bulan dan dapat diperpanjang setiap kali selama paling lama enam bulan. Selain itu, penangkalan seumur hidup juga dapat dikenakan terhadap Orang Asing yang dianggap dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum. Keputusan mengenai penangkalan lebih lanjut akan ditentukan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi, dengan mempertimbangkan semua aspek kasusnya, demikian Babay menutup keterangannya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali Anggiat Napitulu menegaskan bahwa setiap pelanggaran keimigrasian dan norma hukum akan mendapatkan sanksi administratif sesuai peraturan yang berlaku. Jajaran Imigrasi selalu siap menjalankan penegakan hukum terhadap WNA yang melanggar. Ia juga mengajak WNA yang berlibur di Bali untuk mematuhi peraturan yang berlaku, serta meminta masyarakat melaporkan pelanggaran oleh WNA melalui saluran yang telah disediakan.

“Jajaran Imigrasi Bali selalu siap menjalankan penegakan hukum terhadap WNA yang melanggar. Saya berharap WNA yang berlibur di Bali akan mentaati peraturan dan norma yang berlaku di Bali. Kepada masyarakat, jangan ragu untuk melaporkan pelanggaran oleh WNA melalui saluran yang telah kami sediakan, karena identitas pelapor akan kami rahasiakan,” ujarnya.(Tri Prasetiyo)

Baca Juga :
Kalahin Kurenan" Jadi Single ke-3 dari Tut Broneng

Leave a Comment

Your email address will not be published.