Kejati Bali Periksa 6 Saksi Terkait Kasus Pungli Fast Track

 

Balinetizen.com, Denpasar 

 

Kejaksaan Tinggi Bali terus mengusut dugaan kasus pungutan liar (pungli) dengan modus memperjualbelikan fasilitas layanan Fast Track, yang seharusnya bersifat gratis. Pada hari Selasa, 21 November 2023, Kejaksaan Tinggi Bali melakukan pemeriksaan saksi dari pihak Imigrasi dan travel terkait kasus ini.

Dalam pengungkapan awal, petugas mencurigai adanya uang pungli dengan tarif berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp250 ribu, yang diberikan oleh wisatawan asing di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai kepada oknum petugas Imigrasi Ngurah Rai.

Pengungkapan ini mengarah pada penangkapan lima oknum petugas Imigrasi Ngurah Rai pada 14 November 2023 lalu. Selama penangkapan, berhasil disita uang senilai Rp100 juta dalam bentuk tunai.

Tersangka Hariyo Seto, Kepala Seksi Pemeriksaan I TPI Kelas I Imigrasi Ngurah Rai, diduga menjadi penerima uang hasil pungli. Dugaan tersebut menyebutkan bahwa Seto dapat menerima hingga Rp6 juta per hari dari hasil penjualan layanan Fast Track.

Dan pada hari ini, keenam orang saksi, termasuk empat dari pihak Imigrasi dan dua dari travel, diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi Bali. Mereka didampingi oleh penasihat hukum atau pengacara. Kejadian ini menjadi sorotan media, terutama karena Kejati Bali memberikan indikasi adanya tersangka lain yang mungkin terlibat dalam kasus ini.

Menurut salah satu jaksa, pemeriksaan terhadap tiga orang saksi, termasuk tersangka, dijadwalkan pada hari Rabu. Ini menunjukkan bahwa Kejaksaan Tinggi Bali berkomitmen untuk mengusut kasus ini lebih lanjut.

Layanan fasilitas Fast Track seharusnya menjadi keistimewaan bagi tamu VVIP, penyandang disabilitas, dan ibu hamil untuk mempermudah proses pemeriksaan Imigrasi. Namun, kontroversi ini menciptakan perhatian nasional terkait penyalahgunaan fasilitas ini. (Tri Prasetiyo)

Baca Juga :
Membludak, Jumlah Pelamar Pelatihan Kerja Pemkab Jembrana

Leave a Comment

Your email address will not be published.