Pemberdayaan Ekonomi UMKM melalui Musala: DMI Denpasar Usung Konsep ‘Masjid Base’

Ketua DMI Denpasar Mardi Soemitro

 

Balinetizen.com, Denpasar

Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Denpasar bermitra dengan YBM BRILIaN (Lembaga Zakat BRI) menyelenggarakan Program Pemberdayaan Ekonomi Mikro dengan konsep Kios Berbasis Masjid/ Gerobak Kantin di musala.

Mardi Soemitro, Ketua DMI Denpasar, menyatakan peluncuran Mustahik Income Generating Program (MIGP) di Masjid Al Ihsan Sanur, Denpasar Selatan, merupakan inisiatif ketiga yang dilakukan DMI Denpasar. Pilot project sebelumnya dilakukan di Masjid Baitul Mukminin BKDI Denpasar dan kedua di Masjid Toriqusallam Sanur Denpasar.

Menurut Soemitro, masjid bukan sekedar tempat ibadah tetapi solusi menyelesaikan permasalahan masyarakat, memupuk persatuan tanpa memandang ras atau suku.

Ia menjelaskan, DMI Denpasar memiliki empat pilar program antara lain program masjid Baitulllah, Baitul Maal, Baitul Tarbiyah, dan Baitul Muamalah yang saat ini diwujudkan dengan semangat altruistik.

Soemitro menjelaskan, sudah ada lebih dari 200 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang didirikan sejalan dengan upaya DMI di Denpasar. Meskipun mendapat sambutan positif, terdapat tantangan dalam menyelaraskan pola pikir pengurus masjid.

DMI katanya, bertujuan untuk membimbing dan mendukung para pemimpin ini, dengan menekankan pentingnya kolaborasi dan sinkronisasi dalam masyarakat.

Keterlibatan DMI lebih dari sekedar dukungan administratif, namun juga mencakup promosi bisnis di dalam dan sekitar masjid.

Khususnya, DMI Denpasar tidak memungut biaya apapun, hanya fokus pada pendampingan dan pemberdayaan masyarakat.

Sinergi antara DMI dan pengurus masjid terus berlanjut, dengan upaya difokuskan pada menjembatani kesenjangan internal.

Mengingat keberhasilan program serupa tiga tahun lalu di Toriqusallam Sanur, DMI Denpasar tetap berkomitmen untuk menginisiasi perubahan positif. Kriteria partisipasinya jelas – data awal dari pengurus masjid sangat penting, dan DMI memberikan bantuan berdasarkan penelitian dan analisis yang komprehensif.

Baca Juga :
Hadiri Peringatan HKN ke-56, Sekda Bali Beri Apresiasi Kinerja Tenaga Medis

Selain itu, program ini menekankan semangat altruistik, memastikan bahwa pedagang di lingkungan masjid tidak memungut biaya.

DMI memegang teguh komitmennya untuk memberi manfaat bagi masyarakat, dan mendesak para pengurus untuk memprioritaskan kesejahteraan jemaahnya.

Seiring berkembangnya program DMI, fokusnya bergeser ke arah mendorong inisiatif pribadi di masjid dan musala. Merangkul keberagaman, DMI menyadari perlunya fleksibilitas untuk mengakomodasi berbagai inisiatif yang diprakarsai masyarakat.

Menatap tahun 2024, DMI membayangkan adanya perubahan teoritis sebesar 20% dalam pengelolaan masjid dan musala.

Kisah sukses akan mendorong 50% perubahan implementasi, sementara 30%, menurut Soemitro, menolak transformasi ini.

“DMI tetap berdedikasi mengelola 20% awal, memantapkan upaya pengembangan masyarakat yang efektif,” tegasnya usai launching di Kantin Masjid Al-Ihsan Sanur, Denpasar, Sabtu, 2 Desember 2023.

Saat ini, DMI katanya membawahi ratusan masjid dan musala di Denpasar, mereka berencana meluncurkan 2-3 konsep serupa di tahun mendatang.

Sementara itu, Raden Ibnu Haikal, Wakil Ketua Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILian Denpasar, menyatakan dukungannya terhadap program ekonomi yang berakar pada nilai-nilai Islam.

YBM BRILian katanya berkontribusi dengan memberikan pembinaan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terkait dengan masjid.

“Inisiatif ini rencananya akan diperluas ke lokasi tambahan dengan berpedoman pada rekomendasi DMI dan tergantung ketersediaan lahan,” ungkap Haikal.

Mereka mengaku mendapat rekomendasi dari DMI Denpasar terkait musala yang berminat mengadopsi konsep serupa.

“Kriteria jemaah yang ingin menjadi pelaku UMKM berjualan di masjid ditentukan oleh pengurus masjid, dan kami menerima rekomendasi dari DMI. Tidak hanya itu, pedagang akan mendapat bantuan modal maksimal 10 juta,” jelasnya.

Pendekatan inovatif DMI menggarisbawahi bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah namun juga pusat komunitas yang integral. Melalui inisiatif ekonomi, DMI Denpasar berupaya mewujudkan prinsip-prinsip Islam untuk kesejahteraan masyarakat, memberikan model kolaboratif dan transformatif untuk diikuti oleh orang lain. (Tri Prasetyo)

Baca Juga :
Agaknya Pemimpin Bali Gagal Paham, Diperlukan Integritas Kebijakan dalam Rangka Penyelamatan 4 Danau di Bali

Leave a Comment

Your email address will not be published.