Pengerusakan Baliho PDIP Belum Penuhi Syarat Formil

Kordinator Divisi Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Pande Made Ady Muliawan.

 

Balinetizen.com, Jembrana-
Bawaslu Kabupaten Jembrana tindaklanjuti laporan pengerusakan baliho dengan menggelar rapat intern, Senin (4/12/2023).
Kordinator Divisi Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Pande Made Ady Muliawan, ditemui Senin (4/12/2023) mengaku sudah melakukan kajian awal dan selanjutnya sesuai mekanisme dibawa ke rapat pleno intern.
“Secara formal hari ini sudah kita plenokan. Intinya terhadap laporan pelapor belum memenuhi syarat formil, terutama berkaitan dengan jumlah saksi dan identitas terlapor,” jelasnya.
Dari hasil rapat pleno, sambungnya, hari ini juga laporan terkait pengerusakan APK (Alat Peraga Kampanye) dikembalikan untuk selanjutnya agar dilengkapi. Dan pelapor memiliki waktu selama 3 hari untuk melengkapi syarat formil berkaitan dengan jumlah saksi yang masih kurang dan identitas terlapor.
“Mudah-mudahan dalam waktu 3 hari ini ada jawaban dari pelapor sehingga kasus ini bisa kita tuntaskan sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” sebutnya.
Disampaikan Pande, syarat formil yang dimaksud diantaranya, jumlah dan identitas pelapor, identitas terlapor dan kesesuaian identitas pelapor serta terlapor dengan KTP.
“Jumlah saksi yang disampaikan oleh pelapor pada saat melapor masih kurang. Pelapor baru menyampaikan 1 orang saksi sedangkan agar memenuhi syarat formil minimal 2 saksi,” tandasnya.
Terkait barang bukti baliho yang dirusak, menurutnya, masih diamankan di kantor Panwascam (Panitia Pengawas Kecamatan) Mendoyo.
Dalam penanganan kasus dugaan pemilu, sambungnya, pihaknya menggunakan Perbawaslu 7 tahun 2022 tentang Tatacara Penanganan Temuan dan Laporan Pelanggaran Pemilu. Diantaranya pidana, etik dam administrasi. “Kita lihat dugaan kasusnya. Karena masing-masing kasus diatur melalui Perbawaslu yang berbeda,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, baliho pasangan Capres dan Cawapres Ganjar-Mahfud MD dan caleg DPR RI serta DPRD Jembrana dirusak orang tidak dikenal. Ketiga baliho tersebut terpasang di pinggir jalan utama Denpasar-Gilimanuk di Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo.
Pengerusakan diduga dilakukan pada Sabtu (2/12/2023) dini hari. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Bawaslu Jembrana dan Polres Jembrana. Pihak kepolisian berhasil mengamankan keempat terduga pelaku. Mereka tidak ditahan namun kenakan wajib lapor. (Komang Tole)
Baca Juga :
Solidaritas Falundafa Gelar Aksi Damai di Konsulat China : Minta Hentikan Membunuh Praktisi Falun Gong dan menjual Organ Tubuhnya

Leave a Comment

Your email address will not be published.