Kerusuhan di Futsal Arena Bali: Anggota Raider 900 Jadi Korban Kekerasan

 

Balinetizen.com, Badung 

Pada Rabu, 7 Februari, kejadian memilukan terjadi di Big Ball Futsal Arena, Jalan Raya Kerobokan, Bali. Seorang anggota Raider 900 bersama 15 rekannya dari Kompi A Yonif 900/SBW, datang untuk berpartisipasi dalam pertandingan futsal. Namun, apa yang seharusnya menjadi malam yang menyenangkan berubah menjadi momen ketegangan.

Serda Stv, salah satu anggota tersebut, mengalami cedera serius setelah menjadi korban serangan yang dilakukan oleh sekelompok orang di lapangan futsal. Kronologis kejadian dimulai saat Serda Stv kembali ke sepeda motornya untuk mengambil ponsel yang tertinggal di dasbor. Dalam proses ini, ia bertanya kepada orang di sekitar apakah mereka melihat ponselnya. Namun, pertanyaan tersebut disalahartikan sebagai tuduhan pencurian, memicu cecok mulut yang berujung pada perpisahan singkat.

Namun, peristiwa tersebut tidak berakhir di situ. Sekitar pukul 20.30 WITA, sekelompok orang kembali dengan lebih banyak teman dan senjata tajam, menyerang anggota yang masih berada di lapangan futsal dengan melempar batu. Serda Stv menjadi korban langsung, menerima luka memar di dahi dan pipi kirinya.

Tindakan kepolisian segera diambil setelah kejadian tersebut. Tim penyelidikan gabungan dari Polres Badung dan Denpom IX melakukan olah TKP, memasang Police line, dan mengecek rekaman CCTV serta meminta keterangan dari saksi-saksi. Korban juga segera dilarikan ke RS Bali Med Mahendradatta untuk mendapat perawatan medis lebih lanjut.

Kepala Bidang Humas Polda Bali, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihak kepolisian akan bekerja sama dengan TNI dan pihak terkait lainnya untuk memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi dan mempercayakan proses hukum kepada penegak hukum. Upaya ini diharapkan dapat memastikan keamanan, ketertiban, dan kedamaian di Bali tetap terjaga.

Baca Juga :
RAPBD Badung 2021, Pertama Dievaluasi Gubernur Bali, Dirancang Menjadi APBD Sehat, Logis, Konstruktif dan Produktif

Kasus ini juga menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam menanggapi situasi yang memanas, serta untuk menghindari kesalahpahaman yang dapat berujung pada tindakan kekerasan. Kepolisian meminta kerjasama dari semua pihak untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.(Tri Prasetiyo)

Leave a Comment

Your email address will not be published.