Strategi Putu Parwata Jadi Politisi Sukses : Tak Mesti Kaya Dulu

Dr. Drs. Putu Parwata MK, M.M.

 

Balinetizen.com, Badung

Politisi PDI Perjuangan yang juga Ketua DPRD Badung Dr. Drs. Putu Parwata MK, MM memberikan trik atau strategi untuk menjadi politisi sukses. Saat ditemui usai menerima audiensi Lembaga Mahasiswa Fakultas Hukum (LMFH) Universitas Udayana, Rabu 3 April 2024, Putu Parwata membeberkan sejumlah trik dan strateginya. Tak mesti kaya dulu untuk menjadi politisi sukses.

Ditanya kiat-kiat yang dilakukannya, politisi yang juga pengusaha tersebut mengungkapkan, prinsipnya harus siap dan mau melayani dengan ikhlas. “Itu dulu. Kalau itu tidak ada, wah bagaimana. Politikus ini kan harus berkomunikasi. Politik itu sebuah strategi, tapi kalau tidak ada ketulusan dari batin kita sendiri untuk melayani, ya gak bisa,” ujarnya.

Setelah menjadi poltisi yang berhasil, apakah akan sukses juga menjadi kaya? Ditanya ini, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung tersebut menegaskan, kepuasan itu menyangkut kepuasan batin dan kepuasan lahiriah. “Inilah yang harus hati-hati. Secara batiniah, secara lahiriah, dua-duanya tidak boleh timpang. Harus siap dia, secara batin dan secara lahiriah. Artinya secara ekonomi dan secara edukasi, pengalaman, pendidikan harus dikuasai. Karena itu, dia harus siap untuk melayani,” tegasnya lagi.

Begitu dia turun melayani, tolong-menolong, memfasilitas masyarakat, beban kita ini sudah nggak ada. Harus clear dia. Tetapi kalau dia beban termasuk beban keluarga, artinya belum selesai lahir batin sehingga nanti akan terbebani terus. Turun ke lapangan beban, komunikasi beban. Ini harus kita hilangkan dan politikus harus bisa mempersiapkan diri dengan baik.

Apa artinya, kita harus kaya dulu baru kita bisa menjadi politisi? Parwata menampiknya. Kita harus membedakan lahiriah dan batiniah. Tidak harus kaya, karena kaya itu tidak ada batasnya. Tetapi yang paling penting secara lahiriah dan batiniah, ada kesiapan dengan kecukupan. “Artinya, cukup makan, anak-anak sekolah, tidak bermasalah di rumah tangga, kemudian bisa memberikan arahan atau dengan kata lain menjadi panutan di keluarga. Karena cukup dan tenang, baru kita keluar karena politik ini adalah sebuah strategi. Ingat politik itu adalah strategi untuk mencapai kesejahteraan,” tegasnya. (RED-BN)

Baca Juga :
Lagi, Dua Lahan Kebun Cengkeh dan Coklat Terbakar

Leave a Comment

Your email address will not be published.