Polisi Telusuri Dugaan Pengoplosan Gas di Lokasi Ledakan Denpasar

 

Balinetizen.com, Denpasar

Gudang eceran gas elpiji milik CV. Bintang Bagus Perkasa di Jl. Kargo Taman I No. 89, Banjar Uma Sari, Desa Ubung Kaja, Denpasar, hanya memiliki izin sebagai pengecer, bukan sebagai distributor atau agen gas LPG 3 kg.

Hal ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai izin perusahaan yang dimiliki oleh sang pemilik, Romeo Wijaya.

Kepala Bidang Humas Polda Bali, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, menyatakan bahwa penyebab sumber api masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Diungkapkannya, bahwa tempat kejadian pernah digerebek. Soal dugaan menjadi tempat pengoplosan gas, pihak kepolisian mengaku masih melakukan pendalaman penyidikan.

“Apakah benar ada unsur kelalaian atau kesengajaan, sedang dikembangkan oleh Polresta Denpasar,” ujar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, Selasa 11 Juni 2024.

Sebagai informasi kepolisian Polda Bali belum menetapkan status tersangka kepada sang pemilik lantaran belum benderangnya penyebab terjadinya ledakan. Padahal sudah ada 3 korban meninggal dunia, namun pemilik gudang belum ditetapkan sebagai tersangka.

“Dilihat apakah ada unsur kelalaian atau kesengajaan, hasil pemeriksaan nanti bisa menyimpulkan,” tambahnya.

CV. Bintang Bagus Perkasa sendiri diungkap memiliki izin legal sebagai perusahaan pengecer gas. Kemungkinan kuat bahwa lokasi gudang tersebut merupakan tempat pengoplosan gas LPG 3 kg.

Untuk diketahui, Polda Bali sebelumnya pernah melakukan penggerebekan di lokasi yang sama.

Sebelumnya diberitakan, gudang gas LPG di Denpasar meledak hingga menimbulkan kebakaran hebat pada 9 Juni 2024 sekitar pukul 06.45 wita.

Akibat ledakan gudang gas Elpiji di Jalan Cargo Denpasar, tiga karyawan meninggal dunia dan 12 korban lainnya saat ini dalam kondisi kritis dan dirawat intensif di RS Prof Ngoerah Denpasar. (Tri Widiyanti)

Baca Juga :
LEGOLAND® Malaysia Resort di tahun 2023 Siap Sambut wisatawan dari Indonesia

Leave a Comment

Your email address will not be published.