Ketua WHDI, Antari Jaya Negara Dorong Kreativitas Jadi Karya Bermanfaat

Hadiri Pelatihan Kerajinan Kain Perca di Kelurahan Kesiman

Balinetizen.com, Denpasar

Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara menghadiri pelatihan membuat kerajinan kain perca yang diselenggarakan di Kantor Lurah Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, Sabtu (15/6).

Pelatihan dalam pengembangan kreativitas bagi wanita Hindu ini sangat antusias diikuti para peserta pelatihan yang melibatkan narasumber yang ahli di bidangnya.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Wakil Ketua WHDI Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana, Camat Denpasar Timur, Ketut Sri Karyawati, serta Lurah Kesiman, Nyoman Nuada.

Ketua WHDI Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara mengatakan, pelatihan membuat kerajinan dari kain perca ini dilaksanakan secara berkelanjutan. Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan keterampilan wanita Hindu dalam mengolah kain perca, menjadi sebuah karya yang bermanfaat.

Di samping itu, dalam pelatihan ini pihaknya mendorong kreativitas dan inovasi dalam desain dan penggunaan kain perca untuk berbagai keperluan, termasuk seni dekoratif, fesyen, atau aplikasi lainnya.

“Wanita Hindu harus mampu terampil untuk bisa membuat karya yang bermanfaat dan berguna walaupun dengan sisa kain perca, serta mengajarkan tentang praktik daur ulang kain untuk kelestarian lingkungan,” ungkapnya.

Sementara salah satu narasumber, Made Ayu Triantini mengemukakan, pelatihan ini memberikan teknik-teknik  dalam mengolah kain perca menjadi sebuah aksesoris wanita yang bermanfaat. Salah satu teknik yang diberikan yakni, proses karya kain perca menjadi aksesoris bros.

“Melalui pelatihan ini minimal ibu-ibu rumah tangga mengetahui dan bisa terampil mengolah kain perca menjadi aksesoris yang cantik dan bisa dipakai sehari-hari,” ujarnya. (HumasDps/IND).

Baca Juga :
Krisis Air Bersih, BPBD Salurkan 5000 Liter Air di Tanah Aron

Leave a Comment

Your email address will not be published.