Jaringan Narkotika Nasional Terbongkar, BNNP Bali Berhasil Ungkap 17 Kasus

 

Balinetizen.com, Denpasar-

Selama periode Januari hingga Juni 2024, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali berhasil mengungkap 17 kasus narkotika yang melibatkan 24 tersangka yang terkait dengan jaringan peredaran narkotika nasional.

Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. Eudy Ahmad Sudrajat, didampingi Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Bali Kombes Pol. I Made Sinar Subawa, menjelaskan ada sejumlah kasus menonjol yang berhasil diungkap antara lain kasus jaringan Instagram Williambrothers.

Dalam periode ini, katanya BNNP Bali berhasil mengungkap empat laporan kasus narkotika yang terkait dengan jaringan Instagram Williambrothers.

Adapun lima tersangka, yaitu AM, SE, RB, WN, dan SA, ditangkap di berbagai lokasi termasuk Denpasar, Badung, dan Jember, Jawa Timur.

Dari para tersangka, barang bukti yang disita meliputi ganja seberat 122,23 gram netto, shabu 502,7 gram netto, dan ekstasi sebanyak 91 butir.

Modus operandi yang digunakan adalah melalui metode tempelan. Para tersangka dikenakan pasal 114 Ayat (2) atau Pasal 112 Ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Kedua, Pelimpahan Kasus dari Lapas Perempuan, Kerobokan. BNNP Bali menerima pelimpahan kasus dari Lapas Perempuan Klas II A Kerobokan pada tanggal 29 Januari 2024. Lima tersangka, DD, MD, IW, EP, dan YL, ditangkap dengan barang bukti shabu seberat 3,92 gram netto. Modus operandi yang digunakan adalah menyembunyikan narkotika di alat kelamin, ikat rambut, dan pot tanaman. Para tersangka dikenakan Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Kasus ketiga jaringan ganja Medan – Bali. Dalam pengungkapan enam laporan kasus narkotika terkait jaringan ganja dari Medan ke Bali, tujuh tersangka, yaitu RM, KU, KS, AB, RS, MA, dan BP, ditangkap.

Baca Juga :
Bupati Tabanan Hadiri Upacara Pujawali Lan Upacara Manusa Yadnya di Merajan Batur Kawitan Kebayan Wangaya Gede

Barang bukti yang disita adalah ganja seberat 12.109,29 gram netto yang disamarkan dalam paket kiriman pakaian atau sepatu bekas. Para tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat (2) atau Pasal 111 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Keempat, jaringan Shabu – Ekstasi Denpasar – Badung. Empat laporan kasus narkotika terkait jaringan shabu dan ekstasi diungkap di wilayah Denpasar dan Badung dengan empat tersangka, yaitu FC, HN, AM, dan PB. Barang bukti yang disita meliputi sabu seberat 157,14 gram netto dan ekstasi sebanyak 124 butir.

Modus operandi yang digunakan adalah paket kiriman dan tempelan. Para tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat (2) atau Pasal 112 Ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Kasus lainnya yaitu jaringan Sabu Jembrana – Denpasar. Satu laporan kasus narkotika terkait jaringan sabu Jembrana – Denpasar diungkap dengan tersangka berinisial NO. Barang bukti yang disita adalah sabu seberat 395,83 gram netto. Modus operandi yang digunakan adalah tempelan. Tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat (2) atau Pasal 112 Ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Jaringan Kampung Ambon, Jakarta – Bali. Satu laporan kasus narkotika terkait jaringan ekstasi dari Jakarta ke Bali diungkap dengan dua tersangka, VR dan AH. Barang bukti yang disita adalah ekstasi sebanyak 126 butir yang dibawa melalui jalur darat. Para tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Selain itu, pada 6 Mei 2024, petugas BNNP Bali menemukan barang bukti narkotika di Denpasar yang terdiri dari ganja seberat 4.182,91 gram netto dan hasis seberat 2,13 gram netto. Barang bukti ini masih dalam penyelidikan untuk menemukan pemiliknya.

Baca Juga :
Indo Barometer nilai Erick Thohir pasangan tepat untuk Ganjar

“Dari 24 tersangka dan 17 laporan kasus narkotika yang berhasil diungkap kita berhasil mengamankan barang bukti ganja: 16.414,43 gram netto, sabu: 1.059,59 gram netto, ekstasi: 341 butir, hasis: 2,13 gram netto. Adapun barang bukti yang kita dimusnahkan adalah ganja seberat 7.907,94 gram netto dan hasis seberat 1,99 gram netto,” pungkas Eudy Ahmad Sudraja

BNNP Bali katanya, terus berupaya keras untuk menciptakan Bali yang bersih dari narkoba dan mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta dalam upaya pemberantasan narkotika.(Tri Widiyanti)

Leave a Comment

Your email address will not be published.