Ipat Hengkang, Tamba Isyaratkan Cawabup dari Koalisi

 

Balinetizen.com, Jembrana 

Pasangan Bakal calon bupati (Bacabup) Jembrana I Nengah Tamba dengan  I Gede Ngurah Patriana Krisna, putra Mantan Bupati Jembrana dua periode, I Gede Winasa pada Pilkada Jembrana 2024, berakhir.

Isyarat ini mulai mengemuka setelah I Gede Ngurah Patriana Krisna menyampaikan sikap politik bahkan viral di media sosial facebook (FB). Dalam penyataan politiknya, pria yang akrab disapa Ipat akan menjadi Bakal Calon Bupati (Bacabup) bergandengan bersama I Made Kembang Hartawan.

Menyikapi sikap Ipat tersebut, I Nengah Tamba bakal mencari bakal calon wakil bupati (Bacawabup) dari partai koalisi. Karena partai yang tergabung dalam KJM (Koalisi Jembrana Maju) disebutnya masih solid mendukung dirinya sebagai Bacabup.

“Sampai hari ini saya menunggu keputusan dari koalisi. Hari ini teman-teman pimpinan koalisi masih keluar. Lagi dua hari ini saya ada rencana rapat dengan koalisi membuat keputusan,” terang Tamba, kepada awak media saat jumpa pers di rumahnya di Desa Kaliakah, Rabu (10/7/2024).

Tamba tidak ingin hubungannya dengan koalisi tidak bagus. Untuk itu, keputusan siapa yang akan menjadi wakilnya pada Pilkada Jembrana 2024, baik dari koalisi atau diluar koalisi nantinya disodorkan atau diputuskan oleh partai koalisi dan paling tidak memiliki dukungan.

Tamba mengaku tidak percaya jika Ipat akan berpaling dan mengambil keputusan berbeda dengan apa yang sudah disepakati. Karena pasca Winasa bebas, ia masih merasa yakin bisa berpasangan dengan Ipat.

Terlebih sambungnya, telah membuat komitmen secara tertulis dan bermeterai saat purnama di Pura Pecangakan  kembali berpasangan sebagai Paket Tamba-Ipat. “Saat rapat partai koalisi Ipat datang dan tetap komit akan bersama saya (Tamba),” tandasnya.

Tamba mengaku senang mendengar Prof Dr. drg I Gede Winasa bebas bersyarat dari Rutan Kelas II B Negara. Bahkan ia sempat ingin bertemu. Namun melihat euforia masyarakat, Tamba akhirnya menundanya. “Saya sempat menyampaikan hal ini (keinginan untuk bertemu Winasa) kepada Ipat melalui WA,” imbuhnya.

Baca Juga :
Presiden Jokowi Tegaskan Tidak Intervensi Proses Hukum

Tamba merasa kaget ketika beredar poto Ipat bersama Kembang, ditambah ada video Ipat bernyanyi di Tower. “Saya mulai tidak percaya. Ditambah ada video pernyataan sikap politik Ipat yang akan bergandengan dengan Kembang dan menyampaikan terimakasih pada saya sebagai bupati. Di sana saya mulai yakin bahwa kami tidak bisa bersama lagi dan tidak mungkin kawin paksa,” jelasnya.

Tamba juga menyayangkan sikap Ipat yang tidak pernah berkomunikasi dengan dirinya atas keputusan tersebut. Terlebih dirinya sudah dianggap sebagai kakak, saudara atau bupati yang selama 3,5 tahun bersama membangun Jembrana dengan tagline Jembrana Emas. Bahkan selalu wara wiri bersama ketemu masyarakat dari timur, barat, tengah, selatan dan utara. Masing-masing disebutnya juga minta komitmen dari tokoh-tokoh masyarakat dan mendapat dukungan bulat bahwa Tamba -Ipat ke depan dua periode.

“Etikanya tidak ada. Jika dia menyampaikan kepada saya tentu situasi akan lebih sehat dan profesional. Tidak ada saling sindir dan perasaan kecewa. Di pilkada nanti kita adu program. Menang kalah itu biasa,” ungkapnya.

Dalam membangun Jembrana, kata Tamba, harus ikhlas, legowo dan jauh dari niat-niat tidak baik. “Karena keputusan Ipat seperti itu, ya, saya hormati dan hargai. Itu haknya,” sebutnya.

Tamba juga mengaku akan tetap maju dalam Pilkada Jembrana 2024. “Saya juga mohon doa yang terbaik. Dari semua yang terjadi saya yakin Tuhan akan memberikan jalan dan semua ini adalah kehendak-Nya,” pungkasnya. (Komang Tole)

Leave a Comment

Your email address will not be published.