Menteri Nadiem Makarim Puji Strategi Jitu PNB Jalankan Program D2 Fast Track

0
304

Balinetizen.com, Mangupura

 

Program D2 Fast Track sejatinya menjadi suatu program strategis dari Politeknik Negeri Bali (PNB) yang memiliki dimensi unggulan dalam upaya mempercepat terbentuknya sumber daya manusia yang unggul, siap pakai dan berdaya saing. Apalagi kehadiran Program tersebut juga mendapatkan sambutan baik oleh pihak SMK, bahkan dari Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI).

“Program ini dapat menjawab tantangan dan kebutuhan sumberdaya pariwisata era baru dimasa depan dengan menjalin sinergitas kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI),” kata Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengunjungi Kampus Politeknik Negeri Bali (PNB), Jimbaran-Bali, Kamis (7/10/2021).

Tampil casual dengan T-shirt hitam, bertuliskan MERDEKA BELAJAR, Menteri Nadiem Makarim didampingi Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto serta Wakil Gubernur Bali Cok Ace. Diri menyampaikan bahwa Pemerintah mendorong keikutsertaan DUDI untuk turut berinvestasi dalam program ‘Maching Fund’ di program D2 Fast Track berupa program pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang melibatkan insan perguruan tinggi dan DUDI untuk bersama-sama terlibat dalam membentuk ekosistem Kampus Merdeka-Merdeka Belajar.

“Kami memberikan apresiasi kepada PNB yang jeli untuk melakukan suatu langkah perubahan yang berani sehingga dapat lahir wirausaha-wirausaha handal di masa depan dengan penerapan yang terukur yang mengikis waktu tempuh dalam studi menuju lapangan pekerjaan yang cepat,” terang Nadiem.

Seperti diketahui, PNB memfasilitasi delapan Program studi (Prodi) untuk dijadikan D2 Fast Track, tentu hal itu menjadi satu hal yang luar biasa bahkan menjadi suatu terobosan baru dalam memajukan pendidikan vokasi.

Direktur Politeknik Negeri Bali (PNB), I Nyoman Abdi, SE., M.eCom. menjelaskan kepada Menteri Nadiem Makarim terkait adanya antusiasme yang tinggi dari 416 DUDI serta ratusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta ditambah dengan menyusulnya salah satu jaringan hotel bertaraf internasional J.W. Marriott untuk bergabung dalam program tersebut.

Baca Juga :  Pemkab Badung Tandatangani Perjanjian Pinjaman Dana PEN

Di sisi lain, terkait pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, Menteri Nadiem Makarim mengkritisi lambatnya sekolah-sekolah di Bali dalam melaksanakan PTM terbatas, tidaklah seperti yang telah berlangsung di Lombok yang hampir semua sekolah disana telah melaksanakan PTM.

“Saya ingin sekali melihat adanya akselerasi tatap muka terbatas ini terjadi. Saya baru saja dari NTB dimana hampir 100 persen dari semua sekolahnya sudah melaksanakan PTM terbatas dan itu belum terjadi di Bali,” harapnya.

Pihaknya mendorong PTM terbatas dapat sepenuhnya dilaksanakan di Bali mengingat capaian vaksinasi Covid-19 di wilayah Bali tercatat tercatat sudah mencapai angka 96 persen.(hd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here