Foto: Emiliana Sri Wahjuni, Anggota DPRD Kota Denpasar dari PSI (kiri) saat bersama Plt Sekjen PSI Dea Tunggaesti (kanan) di Rumah Kreatif Emiliana Sri Wahjuni.
Balinetizen.com, Denpasar
Melayani bukan dilayani. Amanah bukan untuk diingkari. Kursi wakil rakyat bukan sekadar untuk duduk manis tapi harus menjadi sandaran perjuangan, hadir bekerja untuk rakyat.
Itulah prinsip yang selalu dipegang teguh oleh Emiliana Sri Wahjuni, Anggota DPRD Kota Denpasar dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Sejalan dengan tagline PSI “Hadir Kerja untuk Rakyat”, srikandi PSI yang akrab disapa Sis Emil ini tidak pernah absen kalau urusan memperjuangkan aspirasi dan kepentingan rakyat. Gaspol, maju terus pantang mundur. Begitulah yang diyakininya.
Dikenal sebagai sosok yang merakyat, bersahaja, selalu berbaur dengan warga, ramah penuh empati walau terkadang ceplas-ceplos dan bersuara lantang tanpa tedeng aling-aling ketika ada yang tidak beres dalam pemerintahan, Sis Emil selalu mendapatkan tempat tersendiri di hati warga Denpasar.

Berbagai gerakan dan kerja nyatanya yang selaju juga membawa bendera PSI serta tentunya memberikan citra positif bagi induk partainya dan selalu diingat oleh warga yang telah banyak merasakan sentuhan langsung dan manfaat nyata kerja keras Sis Emil sebagai wakil rakyat yang benar-benar amanah dan merakyat.
“Bagi saya menjadi wakil rakyat bukanlah jabatan apalagi profesi, tapi adalah sebuah amanah, sebuah panggilan hati untuk melayani rakyat,” kata Sis Emil ditemui Selasa (9/11/2021).

Pada momentum HUT ke-7 PSI tahun ini, Sis Emil juga terus bergerak tidak hanya sekadar menjalankan intruksi DPP PSI tapi memang sudah menjadi panggilan hati dan panggilan jiwanya untuk melayani rakyat. Ada tujuh gerak PSI dalam rangka memperingati HUT ke-7 PSI yakni kegiatan webinar, aksi peduli lingkungan menanam pohon, berbagi Rice Box PSI, gerakan outfit of the day (OOTD) memakai atribut PSI, silaturahmi dan angjangsana politik kepada tokoh-tokoh masyarakat maupun organisasi dll, literasi digital publik seperti pelatihan jualan online/digital marketing, terakhir gerakan memasang bendera, spanduk dan billboard PSI di lokasi-lokasi strategis.
Tujuh gerak PSI tersebut wajib dilakukan oleh pengurus dan kader PSI apalagi yang memang sudah mendapatkan kepercayaan sebagai anggota legislatif, sebagai wakil rakyat seperti Sis Emil. Salah satu yang paling berkesan bagi Sis Emil adalah momen ketika membagi-bagikan Rice Box PSI kepada warga Denpasar. Misalnya saat dirinya diguyur hujan saat membagikan Rice Box yang disambut antusias warga.

Sebenarnya pembagian Rice Box PSI ini bukan dilakukan saat momentum HUT ke-7 PSI sekarang ini namun sudah sejak berbulan-bulan sebelumnya sebagai bentuk kepedulian PSI membantu meringankan beban warga yang terdampak pandemi Covid-19. Mendapatkan kepercayaan dari DPP PSI dan dengan dukungan dari para donator, Sis Emil dengan penuh tangguh jawab menjalankan amanah untuk membagikan Rice Box PSI.
“Dalam momentum HUT ke-7 PSI sekarang ini, saya bagikan 100 box Rice Box PSI setiap dua hari sekali dengan juga melibatkan pelaku UMKM,” ungkap Sis Emil yang kini bertugas di Komisi IV DPRD Kota Denpasar membidangi kesehatan, pendidikan, pemuda dan olahraga, pemberdayaan perempuan, sosial dan tenaga kerja, kebersihan dan pertamanan, pariwisata dan lain-lain.
Yang membuat Sis Emil juga merasa senang dan makin antusias dikarenakan para pelaku UMKM juga sangat antusias ikut dalam program Rice Box PSI ini. Sis Emil melibatkan para pelaku UMKM di Kota Denpasar dalam pengadaan Rice Box PSI ini. Tujuannya jelas untuk membantu memberdayakan dan menggeliatkan perekonomian UMKM yang kena imbas pandemi Covid-19.
“Setiap hari masih banyak UMKM yang antre. Tapi saya juga selektif, tidak sembarangan. Yang penting para UMKM ini bisa ikuti standar yang mengutamakan higienisitas makanannya,” ungkap Sis Emil yang juga Sekretaris Fraksi NasDem-PSI DPRD Kota Denpasar ini.

Wakil rakyat yang dikenal kreatif dan rajin memberdayakan kalangan perempuan hingga muncul komunitas perempuan tangguh ini juga rela merogoh kocek pribadinya untuk menyediakan semacam rumah kreatif untuk mewadahi kreativitas warga. Rumah Kreatif Emiliana Sri Wahjuni di Jalan Kerta Dalem Mansion, Desa Sidakarya juga menjadi semacam kawah candradimuka bagi para pelaku UMKM maupun calon enterpreneur/wirausaha muda.
Sebab mereka tidak hanya dilatih mengenai bagaimana membangun usaha atau bisnis dari nol tapi juga digembleng untuk masuk ke platform digital alias UMKM Go Digital dengan melakukan pemasaran digital salah satunya bagaimana memanfaatkan media sosial untuk jualan online.
“Bagi saya para UMKM ini adalah pahlawan ekonomi yang sesungguhnya, mereka jadi tulang punggung perekonomian bangsa dan juga mampu menyerap tenaga kerja. Jadi saya akan terus berada di barisan pendukung UMKM,” pungkas Sis Emil. (wid)

