Balinetizen.com, Jembrana
Lelang jabatan tiga “kursi” Kepala Dinas (Kadis) di lingkungan Pemkab Jembrana telah rampung. Lelang jabatan pimpinan tinggi pratama dilakukan secara terbuka.
Tiga “kursi” kepala dinas yang dilelang diantaranya kursi Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup (LH). Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Dan Kadis Perhubungan, Kelautan Perikanan (PKP) Jembrana telah rampung.
Panitia Seleksi (Pansel) lelang jabatan yang diketuai Sekda Jembrana, Made Budiasa pun telah mengantongi hasil rekapitulasi penilaian peserta seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama di Pemkab Jembrana.
Untuk “kursi” Kepala BKPSDM nilai tertinggi diperoleh Siluh Ketut Natalis Semaradani dengan total nilai 80,36. Ia kini masih menjabat sebagai Kabag Ekbangkesra. Selanjutnya Wayan Parwata, Sekretaris pada Bapeda 79,39 dan peringkat ketiga Made Cipta Wahyudi, Kabag Humas dan Protokol 73.67. Ketut Armita, Kabag Hukum dan HAM 70,63 dan Made Tarma, Kabid Penegakan Perundang-Undangan Daerah pada Sat Pol PP Jembrana 68,79. Seleksi kursi BKPSDM diikuti lima (5) orang peserta.
Lelang “kursi” Kadis Lingkungan Hudup (LH) juga diikuti lima (5) peserta. Dewa Gede Ary Candra Wisnawa, Sekdis LH dengan total nilai 83,27. I Komang Dhiyatmika 79,52. Ketut Antara, Sekdis Koperindag 76,65. Nengah Suparta, Kabid Pemberdayaan, Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial 71,59 dan IB Yudana, Kabid Pengelolaan Informasi dan Admnistrasi pada Dinas Dukcapil 71,20.
Sedangkan “kursi” Perhubungan Kelautan dan Perikanan (PKP) diperebutkan tiga (3) orang peserta dengan nilai tertinggi Ketut Wardana Naya, Sekdis PKP 81,43. Gede Martika Winaya, Kabid Ketahanan Pangan dan Penyuluhan pada Dinas Pertanian dan Pangan 70,44 dan AA Made Oka Artana, Kabid Perhubungan pada Dinas PKP, 70,13.
Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan bahwa Kabupaten (Pemkab) Jembrana telah meraih penghargaan Meritokrasi 2021 dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).
Sehingga nanti dalam implementasinya untuk mengisi jabatan tertentu dan strategis serta menghindari konflik sudah tentu mengikuti hasil assessment.
“Ini menjadi beban kita.Tapi ini kedepan harus kita pertahankan dan dilaksanakan dengan baik. Yang tertinggi yang paling layak” tandas Bupati Tamba, Jumat (10/12/2021).
Ditegaskan Bupati Tamba, dalam menentukan jabatan, tidak mengenal istilah like and dislike (suka dan tidak suka). “Tidak ada itu (like and dislike). Saya tidak punya siapa disini. Pelantikan nanti, mungkin minggu depan” tegas Bupati Tamba. (Komang Tole)

