Pedagang Kaca Mata Gilimanuk Mengais Rejeki Arus Mudik Lebaran

0
321

 

Balinetizen.com, Jembrana

Seiring adanya pelonggaran aturan mudik Lebaran tahun 2022, sejumlah pedagang kaca mata berharap dapat mengais rejeki saat arus mudik tahun ini.

Untuk menjajakan dagangannya, pedagang kaca mata biasanya berjualan berkeliling di areal dalam Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana. Juga sampai di obyek wisata seputaran Patung Siwa dan pertokoan manuver Gilimanuk.

Berbagai jenis kaca mata dijajakan pedagang kaca mata yang umumnya dari Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim). Salah satunya, Zaini (42) asal Ketapang, Banyuwangi.

“Cukup mas, senang. Mudah-mudahan tahun depan (mudik) masih dibolehkan” harap Zaini ditemui di areal dalam Pelabuhan Gilimanuk, Kamis (28/4/2022).

Bapak tiga anak ini mulai jualan kaca mata sejak tahun 1998. Dari hasil menjual kaca mata ia mampu menghidupi keluarganya dan menyekolahkan anak-anaknya. “Paling besar sudah SMA. Yang kedua SMP, paling kecil masih SD” imbuhnya.

Dalam sehari disebutnya, kaca mata yang terjual tidak menentu. Demikian juga masa mudik Lebaran tahun ini, berbeda saat arus mudik sebelum pandemi. Namun ia tetap bersyukur karena masih bisa mendulang rejeki.

“Kalau hari-hari biasa paling banyak dibawah 10 biji. Pas mudik sekarang cukup, 10 sampai 15 kaca mata. Dulu sebelum Covid, lumayan banyak” tuturnya.

Berbagai model dan jenis kaca mata yang dijual disebutnya didapat dari toko grosir kaca mata di Banyuwangi. Dan untuk bisa berjualan di areal ASDP Pelabuhan Gilimanuk, ia harus membayar Rp.75 ribu per bulan. “Berangkat kesini (Gilimanuk) pagi, kalau baliknya sore, naik kapal” ujarnya.

Kaca mata yang dijual pedagang memiliki harga bervariasi. Dari yang termurah Rp.35 ribu hingga termahal Rp.200 ribu lebih. Namun masih bisa ditawar. (Komang Tole)

Baca Juga :  KMHDI Bangun Rumah Kebangsaan Satyam Eva Jayate untuk Generasi Lintas Agama, Dipelaspas dengan Tirta dari 45 Pura Seluruh Nusantata

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here