Di Jembrana Terjadi 19 Kasus Kebakaran, 5 Kasus di Bulan Juli

0
344
Kasat Pol PP Jembrana, Made Leo Agus Jaya.

 

Balinetizen.com, Jembrana-

 

Musibah kebakaran di Kabupaten Jembrana hampir terjadi setiap bulan. Dalam kurun waktu tujuh bulan telah terjadi 19 kasus dan terbanyak terjadi di bulan Juli dengan 5 kasus.

Dalam penanggulangan musibah kebakaran, Sat Pol PP Jembrana yang juga menangani kejadian kebakaran hanya memiliki tiga (3) unit armada dan dua armada sudah berusia lebih dari 25 tahun.

Data kasus kebakaran pada Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Jembrana dari bulan Januari sampai tanggal 21 Juli 2022 sebanyak 19 kasus. Di bulan Januari terjadi 4 kasus dengan obyek 1 rumah tempat tinggal dan 3 lainnya karena sampah. Bulan Pebruari 2 kasus menimpa 1 tempat usaha (serabut kelapa) dan 1 kabel listrik. Bulan Maret 4 kasus yakni 2 tempat usaha, 1 kabel listrik dan 1 lahan hutan.

Kemudian Bulan April 2 kasus yaitu 1 rumah tempat tinggal dan 1 gudang. Selanjutnya bulan Mei 1 kasus terjadi pada kabel listrik. Bulan Juni 1 kasus dengan obyek sampah dan di bulan Juli 5 kasus yakni 3 rumah tempat tinggal, 1 kendaraan dan 1 kebakaran sampah.

Kasat Pol PP Jembrana, Made Leo Agus Jaya dikonfirmasi Selasa (2/8/2022) mengatakan armada yang dimiliki masih jauh dari ideal. Dan saat ini hanya tiga (3) armada yang masuk katagori efektif ditambah dua (2) unit mobil tangki yang berfungsi sebagai penyuplai air dengan total penampungan air sebanyak 5000 liter.

Dari tiga armada itu lanjutnya, dua arnada buatan tahun 1994 dan kini sudah berusia 28 tahun. Dan satu lagi buatan tahun 2015. “Yang tahun 1994 itu hibah dari pemerintah Jepang sehingg kami kesulitan untuk mencari sparepartnya” ujarnya.

Dengan kondisi armada tersebut pihaknya masih bisa memberikan layanan meskipun agak kewalahan. “Mudah-mudahan kedepan armada bisa ditambah sehingga layanan bisa lebih maksimal” harapnya.

Baca Juga :  Jalan Panjang Diplomasi Air Indonesia Menuju World Water Forum ke-10

yang sedemikian rupa masih bisa memberikan layanan terutama untuk wilayah kota meskipun agak kewalahan. Sehingga, ia berharap kedepannya bisa ditambah agar pelayanan bisa lebih maksimal.

Untuk mencapai ideal disebutnya seharusnya di setiap kecamatan ada satu unit armada. Inipun jika dilihat dari topografi Jembrana. ”

Disinggung mengenai jumlah ideal armada damkar di Jembrana yang notabene memiliki 5 Kecamatan ini, mantan Camat Jembrana ini menerangkan jika melihat topologi Jembrana saat ini seharusnya ada satu unit armada di setiap kecamatan.

Tiga armada yang dimiliki sekarang menurutnya masih bisa menjangkau tiga wilayah kecamatan seperti Mendoyo, Jembrana dan Negara mengingat estimasi jarak tempuh dari dari pos damkar sampai di tujuan (TKP) maksimal 20 menit. Namun akan agak terlambat jika melayani TKP di dua kecamatan terjauh seperti Kecamatan Pekutatan dan Melaya.

“Dulu di setiap kecamatan ada. Tapi armadanya sekarang sudah dem (tidak bisa digunakan). Kalau dulu penanganan awal di kecamatan kemudian kita bantu” ungkapnya.

Untuk di kecamatan sambungnya, armada tidak perlu yang besar, tapi cukup yang kecil karena hanya diperlukan untuk penanganan awal.

Di setiap kesempatan pihaknya sudah mengusulkan, namun kembali lagi pada kemampuan keuangan daerah karena harga satu unit kendaraan pemadam kebakaran bisa mencapai Rp 17 miliar. “Berbeda dengan mobil tangki yang harganya bisa dijangkau dari APBD. Kami tetap berharap agar dibantu, tapi kan disesuaikan dengan anggaran. Karena kita tahu anggaran kita (Jembrana) terbatas” pungkasnya.

 

Pewarta : Komang Tole

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here