Balinetizen.com, Jembrana
Pelaku usaha di sepanjang jalan Gunung Agung, Kelurahan Loloan Timur mengeluhkan pengalihan arus menuju ke jalan tersebut. Akibat pengalihan arus, omset berjualan mereka menurun hingga 30 persen sampai 50 persen.
Pengalihan arus kendaraan dilakukan menjelang petang. Jalan menuju ke Jalan Gunung Agung ditutup dan dialihkan ke jalan lainnya. Karena jalan di timur Peken Ijogading senentara digunakan untuk relokasi pedagang senggol yang sebelumnya berjualan di areal Terminal Negara.
Relokasi pedagang senggol dimulai dari tanggal 18 Jumi hingga waktu yang belum ditentukan akibat dampak rencana revitalisasi Pasar Umum Negara (PUN).
Ahmad Bahtiar, salah seorang pedagang mengatakan sejak pengalihan arus kendaraan tokonya mengalami penurunan omset sampaiĀ 30 persen dari biasanya. “Saya tahunya ketika melihat laporan penjualan harian” ujarnya.
Penurunan omset disebutnya akibat dampak dari rekayasa arus jalan sehingga beberapa pelanggannya kesulitan untuk mencari lokasi tokonya karena harus memutar cukup jauh.
“Saya tidak keberatan adanya pasar senggol, karena saya jualan Plastik. Tapi kalau jalannya ditutup seperti itu kasian yang berjualan di sebelah selatan. Apalagi jalan itu jalan penghubung ke Loloan Barat dan Mertasari” jelasnya.
Selanjutnya ia berharap agar rekayasa lalulintas itu dapat ditinjau kembali dan jika memungkinkan dapat dikembalikan seperti sedia kala.
Kepala lingkungan Ketugtug, Kelurahan Loloan Timur, Nuruddin mengakui adanya keluhan dari para pedagang tersebut. Namun ia tidak dapat berbuat banyak dikarenakan bukan kewenangannya. “Warga yang berjualan mengaku hasil jualannya menurun. Saya hanya bisa mendengar. Saya akan sampaikan ke pihak terkait” ujarnya, Jumat (23/6/2023).
Sementara Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Ni Putu Meipin Ekayanti menyampaikan bahwa rekayasa jalan sepenuhnya kewenangan Dinas Perhubungan Jembrana. Dan pihaknya hanya membantu menempatkan personil di lokasi rekayasa. “Silahkan hubungi Dishub. Kami hanya membantu untuk penempatan personil di lokasi” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan, I Ketut Wardananaya mengatakan peralihan arus lalulintas ini hanya uji coba dan sewaktu-sewaktu dapat dievaluasi.
“Ini hanya uji coba. Kami akan evaluasi dan berkoordinasi dengan Satuan Lalulintas Polres Jembrana. Terkait ini, kemarin juga sudah kami sampaikan saat dengar pendapat dengan fraksi-fraksi di DPRD,” ungkapnya. (Komang Tole)

