Poto Sat Reskrim Polres Jembrana serahkan sampel makanan kepada petugas Dinkes Jembrana
Balinetizen.com, Jembrana
Buntut dari puluhan warga keracunan makanan, penanggungjawab kegiatan dimintai keterangan di Polres Jembrana. Disisi lain seorang remaja berusia 14 tahun, korban keracunan terpaksa dirujuk ke RSU Negara karena sesak nafas. Ia sebelumnya menjalani rawat inap di Puskesmas II Pengambengan bersama balita lainnya.
“Penanggungjawab acara sudah kita panggil untuk dimintai keterangan,” ujar Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Agus Riwayanto Diputra, Selasa (31/10/2023).
Dari keterangan Sukirman, penanggungjawab acara, sambungnya, masalah menu sudah ditentukan pada saat rapat di Mushola hari Selasa (24/10/2023) pukul 20.00. Sedangkan kegiatan memasak dimulai pada Minggu (29/10/2023) pagi dengan membuat lalapan ayam goreng.
Pekerjaan itu dibebankan kepada 120 KK dengan masing-masing KK 5 nasi kotak. Sehingga terkumpul 600 nasi kotak dengan isian nasi putih, ayam goreng, sambel, potongan sayur kol, mentimun dan daun kemangi. Sementara untuk menu sate kambing dan gule dimasak disalah satu rumah warga sekaligus meracik bumbu. Dan telur untuk hiasan acara Maulid direbus di Mushola Miftahul Solah.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga sudah menyerahkan sampel makanan kepada Dinas Kesehatan Jembrana untuk selanjutnya dilakukan uji laboratorium. “Sudah (sampel) kita serahkan ke Dinkes, kita tunggu hasil labnya,” imbuhnya.
Disingung terkait korban keracunan dirujuk ke rumah sakit umum (RSU) Negara, Kasat Reskrim Agus, membenarkannya. Dan kondisinya sudah membaik. “Ada dua orang yang dirawat inap di puskesmas. Satu orang dirujuk (ke RSU Negara) karena ada sesak tapi kondisinya sudah berangsur membaik,” ungkapnya.
Disampaikan Kasat Reskrim, warga mulai berdatangan ke Puskesmas II Pengambengan pada Senin (30/10/2023) sekitar pukul 10.00. Dan berlanjut sampai sore dengan gejala keracunan seperti sakit perut, mual, muntah, diare dan pusing.
Warga Desa Tegal Badeng Barat sebelumnya menghadiri acara Maulid di Mushola Miftahul Solah di desa setempat pada Minggu (29/10/2023). (Komang Tole)

