Berkah di Balik Jeruji, Aqiqah Anak Narapidana, Wujud Komitmen Spiritual Lapas Kerobokan

0
159

 

 

Balinetizen.com, Denpasar

 

Pada Senin (26/02/2024), Lapas Perempuan Kerobokan, Kanwil Kemenkumham Bali, menjadi saksi sebuah momen penuh haru dan syukur.

Mereka membantu tuntaskan kewajiban orang tua yang sedang menjalani pidananya dengan melaksanakan Acara Aqiqah bagi anak dari Narapidana.

Acara Aqiqah tersebut dilaksanakan di Aula serba guna Lapas Perempuan Kerobokan dan dibuka oleh Kalapas Perempuan Kerobokan, Andiyani.

Sebagai informasi, Aqiqah merupakan salah satu cara dalam ajaran agama Islam untuk menyambut kehadiran bayi dalam suatu keluarga dengan rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran bayi.

Acara dimulai dengan pembinaan bagi warga binaan muslim, dengan pembelajaran tentang Iqro yang difasilitasi oleh penyuluh agama dari Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan Acara Aqiqah ananda Atiqoh Daimal Izza, putri dari Narapidana berinisial L.B.

Kalapas Andiyani menjelaskan bahwa L.B. merupakan narapidana kasus narkotika yang dihukum selama 4 tahun 6 bulan.

Kepada yang bersangkutan telah dilakukan sidang TPP terkait pelaksanaan acara Aqiqah ini agar terlaksana baik dengan memperhatikan aspek keamanannya.

Ia mengaku senang dapat membantu Narapidana selaku ibu kandung dari Izza untuk menuntaskan kewajibannya sebagai orang tua.

“Saya harap dengan kegiatan pelaksanaan aqiqah ini dapat menambah rasa syukur serta anak ini menjadi anak yang berbakti dan sholehah,” kata Andiyani, Senin 26 Februari 2024.

Acara Aqiqah ini katanya, merupakan bentuk perasaan gembira dan upaya membagikan kegembiraan kepada orang lain, momen untuk berbagi kepada sesama, dan mempererat tali silaturrahmi.

Ditemui di tempat berbeda, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Bali, Romi Yudianto, mengapresiasi pelaksanaan acara Aqiqah bagi anak bawaan Narapidana di Lapas Perempuan Kerobokan.

Baca Juga :  Bupati Resmikan Forum BPD se-Badung

“Kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan yang luar biasa dan menunjukkan komitmen Lapas Perempuan Kerobokan dalam memberikan hak-hak narapidana, termasuk hak untuk menjalankan ibadah dan memenuhi kewajibannya sebagai orang tua,” kata Romi.

Romi berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi narapidana dan anaknya, serta dapat menjadi motivasi bagi narapidana lainnya untuk lebih taat beragama dan meningkatkan kualitas diri.(Tri Prasetiyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here