Telusuri Vidio Viral, Pemkab Jembrana Bantah Tidak Memberikan Bantuan

0
188

 

Balinetizen.com, Jembrana

Beredarnya video di media sosial mengenai seorang anak tinggal bersama kakeknya seolah tanpa perhatian pemerintah langsung ditelusuri mengecek kebenaran narasi yang disampaikan dalam video. Ternyata, hasil penelusuran dari Pemerintah kabupaten Jembrana, kenyataan tidak semua yang disampaikan dalam video benar. Bahkan terungkap video juga diduga rekayasa.

Total empat video yang disebarkan melalui media sosial, diantarnya video yang menampilkan anak yang dipanggil Mang dalam video mengunakan seragam sekolah sembari makan nasi saja dengan mangkok. Kemudian video anak itu sedang berada depan tungku, anak sedang memberikan makan ternak babi dan anak yang merebahkan kepalanya pada pangkuan kakeknya yang sambil menangis sembari mengungkapkan keprihatinannya.

Beredarnya video tersebut, Bupati Jembrana I Nengah Tamba memerintahkan jajarannya, mulai dari Kepala Dinas Sosial Jembrana I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata, Camat Negara I Wayan Andy Suka Anjasmara dan Lurah Baler Bale Agung Ida Bagus Gede Ananda Kusuma, guru pengajar di sekolah, serta kepala lingkungan dan pendamping sosial. Tujuannya, untuk memastikan kebenaran yang disampaikan dalam video yang beredar di media sosial.

Dari penelusuran yang dilakukan, terungkap sejumlah fakta yang berbeda dengan yang disampaikan dalam video yang beredar. Saat turun ke rumah anak tersebut, anak bernama lengkap I Komang Nara Wibawa Putra, kelahiran 20 Juni 2014. Sehingga saat ini usianya masih 9 tahun 9 bulan dan sekolah dasar negeri kelas III.

“Anak ini memang tinggal bersama kakeknya dan neneknya,” jelas Camat Negara, I Wayan Andi Suka Anjasmara.

Anak tersebut tinggal bersama kakek neneknya di Kelurahan Baler Bale Agung, karena bapaknya sudah meninggal sejak anaknya berusia 1,5 tahun. Sedangkan ibunya sudah menikah lagi. Sehingga selain sekolah, anak ini sering membantu kakek neneknya.

Baca Juga :  Wawali Arya Wibawa Pimpin Apel Gelar Pasukan Angkutan Terpadu Lebaran Tahun 2025

Kakeknya yang disebut buta, ternyata tidak buta. Hanya rabun karena sudah usia dan tidak bisa baca tulis. Akan tetapi untuk kondisi sosialnya sudah masuk tercover data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial dan rutin mendapat bansos juga KIP (Kartu Indonesia Pintar). Sehingga tidak benar bahwa anak ini tidak mendapat perhatian dari pemerintah, namun justru sebaliknya, pemerintah sudah memberikan bantuan secara berlapis terhadap anak dan kakek neneknya.

Tercatat juga sambungnya, mendapat Bantuan YAPI Kemensos (Kementerian Sosial) sejak tahun 2023. Bahkan kakek neneknya selain bantuan dari pemerintah, sudah banyak mendapat bantuan sosial dari non pemerintah.

Kondisi rumah kakek neneknya, bukan semi pemanen atau anyaman bambu. Rumahnya sudah permanen dengan batu bata, hanya saja memang kondisinya masih belum layak karena masih belum ada pelapis dinding, terutama kamar tidur, kamar mandi dan dapurnya.

Kakeknya memiliki ternak babi yang lokasinya di belakang rumah. Di kandang babi ada 10 ekor babi. Karena itu, dari hasil penulusuran dan verifikasi langsung, dari segi sosial dan pendidikannya, pemerintah sudah lengkap melakukan intervensi. Dan mengenai rumah memang perlu diusulkan rehab fisik rumah agar lebih layak.

Anak yang menurut gurunya malas dan kurang motivasi belajar, perlu pendampingan anak untuk memotivasi semangat belajar si anak.
Bahkan dari penelurusan terungkap, pembuatan video diduga memang sengaja direkayasa oleh perekam.

Menurut penuturan I Nyoman Wista, kakek dari anak yang dipanggil Nara, bahwa video itu memang dibuat pamannya yang tinggal di Karangasem pada saat pulang ke Jembrana Hari Raya Galungan beberapa waktu lalu. Video sengaja disetting dengan mendramatisir cerita untuk menarik simpati dan empati yang menonton. “Tidak benar yang ada di video itu,” tegasnya.

Baca Juga :  Mahasiswa D1 Tewas di Lokasi, Akibat Out Control 

Sumber : (Humas Jembrana)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here