Ket foto : tumpukan sampah di Tukad Mati, Badung (wids)
Balinetizen.com, Denpasar
Pemerintah Provinsi Bali terus mengintensifkan penanganan sampah, khususnya di dua wilayah prioritas yaitu Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Melalui Gerakan Bali Bersih, Gubernur Bali Wayan Koster optimistis persoalan sampah di Pulau Dewata dapat dituntaskan.
Saat ini, Denpasar dan Badung tercatat sebagai dua wilayah penyumbang volume sampah tertinggi di Bali. Data Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali mencatat, Kota Denpasar menghasilkan sekitar 800 ton sampah per hari, sementara Kabupaten Badung menyumbang sekitar 600 ton sampah per hari. Angka ini menjadikan kedua daerah tersebut sebagai fokus utama penanganan dalam skala provinsi.
“Nantinya, dua wilayah tersebut akan menggunakan Incinerator,” ujar Gubernur Koster, mengacu pada teknologi pengolahan sampah yang akan diterapkan di wilayah itu.
“Masalah penanganan sampah ini menjadi prioritas nasional dan Bali menjadi provinsi pertama yang bersih dan mendapat dukungan dari pusat,” ujarnya saat memberikan sambutan di acara halal bihalal MUI Bali, Sabtu 19 April 2025.
Gubernur Koster menargetkan penanganan sampah di seluruh Bali rampung dalam waktu dua tahun, dengan pengecualian Denpasar dan Badung yang membutuhkan penanganan lebih intensif karena skala dan kompleksitas permasalahan.
Saat ini, Bali tetap menjadi salah satu destinasi wisata favorit baik di tingkat Asia maupun dunia. Dengan penanganan sampah yang lebih serius dan terstruktur, diharapkan citra Bali sebagai destinasi pariwisata bersih dan hijau semakin menguat di mata internasional.
(jurnalis : Tri Widiyanti)

