Balinetizen.com, Bangli
Kejayaan kopi Arabika Kintamani Barat, dimulai awal tahun 1990’an, melahirkan brand kopi mendunia, Kopi Kintamani.
Hal itu dikatakan Jro Gde Sudibya ekonom, pengamat ekonomi Bali, Kamis 15 Mei 2025.
Dikatakan, kejayaan yang merupakan hasil kerja sama antara Pemda Bangli di era Bupati Nengah Arnawa, Gubernur Bali Dewa Beratha dengan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Bali Ir.Nengah Srengen. Didukung oleh Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bangli Dewa Gede Raka dan anggota komisi B DPRD Bangli Ir.Gede Tindih.
Menurutnya, pada saat itu produktivitas kopi naik tinggi, untuk menjaga pemeriksaan kopi tepat waktu, petik merah, didirikan koperasi di sejumlah desa di Bangli, untuk menalangi biaya hidup petani, sehingga tidak melakukan pemetikan dini.
“Untuk penciptaan brand, sesuai standar global, didatangkan akhli kopi dari Perancis, yang melahirkan brand mendunia Kopi Kintamani,” kata Jro Gde Sudibya.
Disebutkan, berdasarkan pengalaman pembinaan budi daya kopi di Kintamani Barat tahun 1990’an, Produktivitas kopi Arabika sampai pada tingkat maksimal.
Untuk saat ini tantangan di era minum kopi mendunia.
a.Semestinya Pemda Bangli, didukung oleh Pemda Bali, mengembalikan kejayaan kopi Kintamani, dengan melakukan “bench mark” kembali, pembinaan budaya kopi tahun 1990’an.
b.Berdasarkan data penjualan kopi di Coffee Shop Batur dan Kintamani, Pemda Bangli akan punya data, akan menariknya investasi di bisnis ini, yang kemudian semestinya berdampak bagi kehidupan petani kopi di Kintamani Barat.
“Saat ini diperlukan kebijakan dengan “sense of business” yang kuat, dalam: pembenahan kembali budi daya kopi, teknologi pasca panen, pendirian koperasi untuk kepentingan petani kopi, menjaga mutu produk, merehabilitasi brand kopi Kintamani, pengaturan tata niaganya sampai terobosan pasar ekspor,” katanya.
Jurnalis Nyoman Sutiawan

