Diduga Sakit, Penumpang Bus Meninggal di Atas Kapal

0
349

 

Balinetizen.com, Jembrana

Seorang penumpang kapal KMP Bontang Express 2, Syahroni (55), warga Bangkalan, Jawa Timur, diketahui meninggal dunia saat kapal dalam perjalanan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Senin (4/8/2025) dini hari. Nakhoda kapal selanjutnya memutuskan putar balik kembali ke Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali.

Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk, Letda Laut (P) Bayu Primanto, menjelaskan kejadian tersebut diketahui berawal dari informasi salah seorang penumpang sekitar pukul 02.20 bahwa ada seorang pria pingsan di atas kapal.

“Kejadiannya sesaat setelah KMP Bontang Express 2 bergerak meninggalkan Dermaga MB 2 Gilimanuk,” ujarnya.

Menindaklanjuti informasi tersebut pihak kapal langsung menginformasikan kepada LPS (Lokal Port Service) yang ada di pelabuhan untuk menyiapkan ambulans dan sarana pendukung lainnya.

Korban yang diketahui bernama Syahroni merupakan penumpang bus Titian Mas EA 7526 A jurusan Jawa-Bali.

Berdasarkan keterangan anaknya, Hamzah (23), korban yang bekerja sebagai buruh bangunan di Sumbawa sempat mengeluhkan sakit disebabkan sesak napas kambuh. Selanjutnya oleh mandor tempatnya bekerja, korban disarankan untuk pulang kampung.

Pada Minggu, 3 Agustus 2025, sekitar pukul 04.00 WITA, Syahroni dan anaknya berangkat dari Sumbawa menggunakan bus yang sama. Saat tiba di Pelabuhan Gilimanuk, setelah bus naik ke KMP Bontang Express 2, korban pergi ke kamar mandi hendak buang air besar.

“Setelah itu korban lemas dan langsung pingsan. Kejadian ini dilaporkan ke ABK kapal,” terangnya.

Mendapati laporan tersebut, Nakhoda kapal KMP Bontang Express 2, Nafiul Anam, mengambil langkah cepat. Kapal yang baru saja berangkat langsung berputar haluan kembali ke Dermaga MB 2 Gilimanuk. Sementara petugas kapal lainnya memberikan oksigen portabel sebagai pertolongan pertama.

Setibanya di pelabuhan sekitar pukul 02.30 WITA, petugas Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Denpasar di Gilimanuk langsung memeriksa kesehatan Syahroni.

Baca Juga :  Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti Pujawali Pada Puncak Karya Piodalan Mapadudusan Alit Pura Agung Jagatnatha

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban dinyatakan sudah meninggal dunia karena denyut nadi tidak teraba dan tanda-tanda vital tidak terukur,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Kompol Arya Agung Arjana Putra, membenarkan kejadian tersebut. Pihak keluarga, yang diwakili oleh anaknya, telah menerima kepergian korban.

Jenazah Syahroni kemudian dibawa ke Banyuwangi untuk dimakamkan di Desa Gombeng Sari, Bangkalan. “Korban diberangkatkan pukul 06.30 menggunakan kendaraan DK-1481-KA, dengan menaiki Kapal KMP Trisila Bakti di Dermaga MB 2,” pungkasnya. (Komang Tole)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here