SPPG Polda Bali ‘Beku’ Akibat Tak Ada Anggaran, Ribuan Anak Sekolah Terdampak

0
346

 

 

Balinetizen.com, Denpasar

Program pemenuhan gizi untuk anak sekolah di Bali kembali menghadapi tantangan serius. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Bali resmi menghentikan operasionalnya, menyebabkan sebanyak 3.072 siswa penerima manfaat tidak lagi menerima distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kabar penghentian ini terungkap dalam surat resmi yang dikeluarkan oleh Deputi Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) tertanggal 12 Oktober 2025. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa pembekuan operasional SPPG Polda Bali disebabkan oleh ketiadaan anggaran yang seharusnya digunakan untuk pengadaan bahan baku menu MBG.

“Kami memberitahukan kepada seluruh Kepala Sekolah dan Kader Penerima Manfaat bahwa dapur SPPG Polda Bali tidak dapat memberikan manfaat sebagaimana mestinya dikarenakan anggaran,” ujar Kepala SPPG Polda Bali, Made Mendra Arsana, dikonfirmasi Selasa (14/10/2025).

Menurut Mendra, hingga saat ini pihaknya belum menerima kucuran dana dari BGN untuk periode distribusi mulai 13 Oktober 2025 hingga waktu yang belum ditentukan.

Kondisi ini membuat pihaknya tidak dapat menyediakan maupun mendistribusikan makanan bergizi gratis kepada siswa dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.

“Sampai saat ini belum ada pengiriman anggaran dari BGN, sehingga MBG tidak bisa kami sediakan dan distribusikan kepada penerima manfaat,” jelas Mendra.

Dampak penghentian program ini dirasakan langsung oleh ribuan siswa penerima manfaat di sejumlah lembaga pendidikan di Denpasar, di antaranya:

TK Kemala Bhayangkari

TK Darul Huda

SDN 14 Dangin Puri

SDN 02 Sumerta

SDN 17 Dangin Puri

SDN 29 Dangin Puri

SMPN 3 Denpasar

SMAN 7 Denpasar

Tak hanya sekolah, penghentian distribusi juga berdampak pada Posyandu Aspol, yang selama ini menjadi bagian dari penerima manfaat program gizi tersebut.

Baca Juga :  Update Covid-19 Kota Denpasar, Kasus Sembuh Bertambah 17 Orang, Kasus Positif Bertambah 20 Orang

Mendra menegaskan bahwa keputusan penghentian ini bukan karena kelalaian pihak SPPG, melainkan murni akibat belum turunnya dana operasional dari pusat. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang terdampak, khususnya para siswa dan orang tua.

“Kami memohon maaf kepada penerima manfaat karena tidak dapat mengirimkan manfaat kepada siswa, baik TK, SD, SMP, SMA, maupun Posyandu Aspol,” tuturnya.

SPPG Polda Bali sebelumnya menjadi salah satu pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah pusat melalui BGN. Program ini bertujuan mendukung pemenuhan gizi seimbang bagi anak-anak sekolah, terutama dari keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah.

Penghentian operasional SPPG Polda Bali menimbulkan kekhawatiran akan gangguan pemenuhan gizi anak-anak sekolah di wilayah Denpasar dan sekitarnya, terlebih di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak BGN terkait kapan alokasi anggaran untuk SPPG Polda Bali akan kembali disalurkan. (Npu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here