Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Gede Rasben Dantes, S.T., M.T.I.
Balinetizen.com, Buleleng
Perguruan tinggi terbesar di Bali yakni
Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) semakin mengepakkan sayapnya menjadi universitas unggul. Dan malahan akan berubah status dari Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).
Hal tersebut terungkap, saat Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd mengadakan jumpa pers dalam agenda ‘Sinergi Informasi Bersama Media Buleleng’ di Rektorat Undiksha, pada Senin (17/11/2025).
Lebih lanjut disampaikan perubahan status menjadi PTN-BH menandai peningkatan tanggung jawab Undiksha dalam memberikan layanan pendidikan yang lebih luas kepada masyarakat Bali dan Indonesia. Artinya dalam kurun waktu tidak terlalu lama, Undiksha yang saat ini berstatus PTN-BLU akan beralih status menjadi PTN-BH. “Pastinya perubahan status Ini, membawa perubahan besar pada tugas dan tanggung jawab kami nantinya” ucap tegas Rektor Lasmawan.
Iapun mengungkapkan saat ini Undiksha memiliki sekitar 19 ribu mahasiswa aktif, namun jumlah tersebut dinilai belum mampu menjawab tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi. “Kami prihatin, karena masih banyak calon mahasiswa berprestasi yang tidak memperoleh kursi akibat keterbatasan daya tampung. Dan kami sudah berupaya menambah jumlah kursi, tetapi dalam hal ini keputusan final tetap di kementerian. Kami juga pernah mengajukan 1.200 kursi untuk satu prodi, tetapi hanya disetujui 530 kursi,” ucapnya.
Ia pun menegaskan Undiksha akan terus memperjuangkan penambahan daya tampung terutama pada program studi favorite, agar akses masyarakat terhadap pendidikan semakin terbuka.”Keberadaan Undiksha multiplier efectnya sangat baik untuk perekonomian di Singaraja. Terbukti dimusim liburan, terlihat kesannya agak berkurang keramaian di Singaraja,” tandas Rektor Lasmawan.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Gede Rasben Dantes, S.T., M.T.I. memaparkan berbagai manfaat yang akan diperoleh Undiksha ketika resmi berstatus PTN-BH. Salah satunya adalah terbukanya peluang mengikuti berbagai skema internasional.
“Dengan PTN-BH, Undiksha bisa mengikuti skema World Class University,” ucapnya.
“Status PTN-BH juga akan memperbesar kemampuan pendanaan operasional perguruan tinggi. Dampaknya, mahasiswa akan merasakan lebih banyak program internasional dan pengembangan akademik lainnya,” tambah Prof. Rasben.
Selain itu, ujarnya lagi PTN-BH memberi fleksibilitas bagi Undiksha dalam membuka program studi baru yang prospektif dan sesuai kebutuhan dunia kerja. “Terdapat beberapa prodi yang tengah dipertimbangkan. Diantaranya prodi Psikologi, Farmasi, Teknik Kedokteran, hingga Fashion Design. Namun pembukaan prodi tidak dilakukan secara sembarangan,” terangnya.
Disebutkan bahwa Rektor meminta fakultas melakukan need assessment dan studi kelayakan. “Hal ini, kita harus melihat kebutuhan masyarakat, persaingan di Bali, dan potensi serapan lulusannya,” jelas Prof. Rasben.
“Transformasi Undiksha menuju PTN-BH, kami berharap mampu memperluas layanan pendidikan, meningkatkan daya saing, serta mempercepat langkah Undiksha menuju universitas berkelas dunia,” pungkasnya. GS

