Dua Buruh Pasir Tewas Tertabrak Truk Fuso di Ungasan Badung

0
224

Balinetizen.com, Badung –

 

Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Pura Pengulapan, depan Kampung Gar, Banjar Giri, Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Rabu (24/12/2025) dini hari.

Sebuah truk Fuso menabrak rumah warga hingga mengakibatkan dua orang penghuni rumah meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.30 WITA dan dilaporkan ke pihak kepolisian sekitar pukul 04.40 WITA. Kendaraan yang terlibat adalah truk Fuso bernomor polisi B 9483 TIN yang dikemudikan oleh HFA (23), karyawan swasta asal Jember, berdomisili di Denpasar Barat.

Sementara korban meninggal dunia merupakan dua penghuni rumah, masing-masing berinisial J (44) dan S (44), keduanya bekerja sebagai buruh pasir dan beralamat di Jalan Pura Pengulapan, Ungasan, Kuta Selatan. Keduanya dinyatakan meninggal dunia di TKP akibat tertimpa bangunan rumah yang tertabrak truk.

Pengemudi truk Fuso sendiri mengalami luka kaki kiri terkilir dan menjalani perawatan medis.

Menurut keterangan Kasie Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi, kecelakaan bermula saat pengemudi truk hendak mengantar towing tanam (rakitan) dari arah Pura Demak menuju kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK).

“Setibanya di TKP, kendaraan bergerak menurun dari arah timur ke barat. Awalnya truk dalam kondisi berhenti, kemudian pengemudi mengubah persneling dari gigi 3 ke gigi 2. Namun saat melaju menurun, fungsi pengereman tidak bekerja maksimal,” jelasnya, Kamis (25/12/2025).

Akibat beban muatan yang melebihi kapasitas (overload), truk melaju perlahan tanpa kendali. Pengemudi sempat membanting setir ke arah kanan, namun kendaraan tetap meluncur dan akhirnya menabrak rumah warga yang berada di sisi barat jalan.

Lebih lanjut, I Ketut Sukadi menegaskan bahwa hasil penyelidikan awal oleh Satlantas dan Dinas Perhubungan menunjukkan kecelakaan ini bukan disebabkan oleh rem blong, sebagaimana dugaan awal di lokasi.

Baca Juga :  Ombudsman RI Memantau Program Inovasi KRIS  118  Pemkab Klungkung

“Setelah dilakukan pendalaman, kecelakaan diduga kuat akibat kelebihan muatan serta kesalahan teknis saat perpindahan persneling. Namun untuk memastikan penyebab pastinya, kami masih menunggu keterangan saksi ahli,” tegasnya.

Pihak kepolisian telah mengamankan barang bukti kendaraan serta meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here