Balinetizen.com, Klungkung
Tim SAR gabungan mengevakuasi seorang warga negara asing (WNA) asal Republik Ceko yang mengalami cedera saat berkunjung ke Pantai Kelingking, Kecamatan Nusa Penida, Jumat (9/1/2026).
Korban diketahui bernama Martelo Romano (50). Korban dilaporkan mengalami cedera setelah dihantam ombak besar ketika sedang berjalan di pinggiran pantai. Hantaman ombak membuat korban terjatuh dan kesulitan untuk berdiri kembali.
Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida, Cakra Negara, menjelaskan bahwa Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 15.40 Wita. Menindaklanjuti laporan itu, sebanyak empat personel Unit Siaga SAR Nusa Penida langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.
“Korban kesulitan dievakuasi karena harus dibawa naik melalui anak tangga dengan ketinggian sekitar 170 meter dan medan yang cukup terjal,” ungkap Cakra, Jumat 9 Januari 2026.
Tim SAR tiba di Pantai Kelingking sekitar pukul 16.45 Wita dan segera turun menuju pantai untuk melakukan proses evakuasi. Kondisi cuaca saat itu dilaporkan hujan ringan, yang membuat proses evakuasi semakin menantang.
Meski menghadapi medan terjal dan licin, upaya evakuasi akhirnya berhasil dilaksanakan sekitar pukul 17.35 Wita.
Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans dari Klinik Griya Medika yang telah bersiaga di lokasi dan langsung dibawa ke Klinik Griya Penida.
“Berdasarkan pemeriksaan awal tenaga medis, korban mengalami dislokasi pada bagian pinggul,” tutup Cakra.
Dalam operasi kemanusiaan tersebut, sejumlah unsur SAR gabungan turut terlibat, antara lain: Unit Siaga SAR Nusa Penida, Polsek Nusa Penida, Balawista Pantai Kelingking Nusa Penida, BPBD Klungkung, Tim Medis Griya Penida, Masyarakat setempat serta rekan korban.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi wisatawan agar selalu waspada terhadap kondisi ombak dan medan ekstrem saat berkunjung ke destinasi wisata alam, khususnya kawasan pantai dengan akses terjal seperti Pantai Kelingking.
(Jurnalis : Tri Widiyanti)

