Booming Padel, Bali Siap Buka Jendela Baru Pariwisata Lewat Sport Tourism

0
385

Balinetizen.com, Jakarta –

 

Olahraga padel dinilai memiliki potensi besar menjadi pintu masuk baru pengembangan sport tourism di Bali. Hal ini mengemuka dalam diskusi antara Anggota Komisi I DPRD Kota Denpasar, Yonathan Andre Baskoro, S.H., LL.M., M.AP, bersama Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (29/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, padel disebut sebagai salah satu olahraga yang tengah mengalami pertumbuhan pesat dan digemari wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik.

Bali dinilai memiliki keunggulan kuat untuk mengembangkan padel sebagai bagian dari konsep sport tourism berkelanjutan.
Yonathan menyampaikan bahwa sport tourism, khususnya padel, dapat dikemas dalam bentuk paket wisata terintegrasi. Misalnya melalui konsep bundling 3 hari 2 malam, yang mengombinasikan wisata budaya, kuliner, olahraga, dan belanja.

“Padel ini sedang booming. Banyak wisatawan datang ke Bali bukan hanya liburan, tapi juga ingin tetap aktif dan sehat. Ini peluang besar bagi Bali,” ujarnya.

Menurut Yonathan, pada hari pertama wisatawan dapat menikmati destinasi budaya dan pertunjukan seni Bali, hari kedua diisi dengan wisata kuliner khas Bali yang dilanjutkan bermain padel serta watersport, sementara hari ketiga berfokus pada aktivitas belanja oleh-oleh khas Bali.

Ia juga menilai hotel-hotel yang belum memiliki fasilitas olahraga dapat menjalin kerja sama dengan pengelola lapangan padel di luar hotel. Skema kolaborasi ini tidak hanya menambah nilai jual hotel, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Namun, Yonathan menekankan bahwa pengembangan fasilitas padel harus memperhatikan kualitas sarana, manajemen, serta pelayanan kepada wisatawan.

“Lapangan padel harus qualified, manajemennya profesional, dan treatment ke tamu harus maksimal. Akan lebih menarik jika ada sentuhan nuansa Bali di fasilitas padel tersebut,” tegasnya.

Baca Juga :  9 Dari 10 Sampel RSLKI Terkonfirmasi Varian Baru Delta B.1.617.2 (India) Sembuh

Wamenparekraf Ni Luh Puspa dalam diskusi tersebut turut mendorong Bali untuk berani melangkah lebih jauh dengan menggelar turnamen padel berskala internasional. Menurutnya, kualitas lapangan padel di Bali sudah cukup baik untuk menggelar event olahraga tingkat Asia hingga dunia.

“Turnamen padel internasional di Bali belum ada. Padahal lapangan-lapangan di Bali kualitasnya bagus-bagus. Kalau dikonsepkan dengan matang, ini sangat mungkin diwujudkan,” ujarnya.

Selain sport tourism, pertemuan tersebut juga membahas persoalan klasik pariwisata Bali, yakni sampah dan kebersihan lingkungan. Keduanya sepakat bahwa kebersihan destinasi wisata, termasuk toilet umum, harus menjadi prioritas agar Bali benar-benar layak menyandang predikat pariwisata kelas dunia.

Ni Luh Puspa menegaskan, menjaga kebersihan Bali harus dimulai dari tingkat rumah tangga hingga pemerintah daerah.
Diskusi ini juga menyoroti adanya pergeseran tren wisata global, di mana wisatawan kini semakin sadar akan kesehatan dan gaya hidup aktif. Bali tidak lagi hanya dipandang sebagai destinasi pantai dan beach club, tetapi juga sebagai tujuan wellness dan sport tourism, termasuk padel dengan nuansa tropis khas Bali.

“Bali ini paket lengkap. Budaya ada, alam ada, laut ada, kuliner kuat, olahraga juga sudah tersedia. Tinggal bagaimana kita mengemasnya dengan baik,” kata Yonathan.

Ia optimistis, apabila padel dan sport tourism dikembangkan secara konsisten dan terkonsep, Bali tidak hanya mampu menarik lebih banyak wisatawan, tetapi juga wisatawan berkualitas yang berdampak langsung pada ekonomi lokal dan pembangunan daerah.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here