Pariwisata dan Konsumsi Dorong Ekonomi Bali Tembus 5,86 Persen

0
157

Balinetizen.com, Denpasar –

 

Pertumbuhan ekonomi Bali kembali menunjukkan performa solid. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, perekonomian Bali pada Triwulan IV 2025 tumbuh 5,86 persen (year on year/yoy), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,39 persen (yoy).

Dengan capaian tersebut, Bali masuk dalam jajaran provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Secara tahunan, ekonomi Bali sepanjang 2025 tumbuh 5,82 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan nasional yang berada di level 5,11 persen (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali, R. Erwin Soeriadimadja, menyampaikan bahwa kinerja tersebut mencerminkan ketahanan ekonomi Bali di tengah ketidakpastian global.

“Kondisi ini menunjukkan kinerja ekonomi Bali yang tetap kuat dan berdaya tahan dalam menghadapi dinamika ketidakpastian ekonomi global,” ujarnya dalam keterangan resmi di Denpasar.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh menguat 5,85 persen (yoy). Kinerja ini didorong peningkatan belanja transportasi, rekreasi dan budaya, serta akomodasi dan hotel, sejalan dengan meningkatnya aktivitas pariwisata.

Sementara itu, konsumsi pemerintah melonjak 10,73 persen (yoy), seiring meningkatnya belanja pegawai dan bantuan sosial dari APBN maupun APBD.
Investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 5,47 persen (yoy), terutama ditopang sektor konstruksi bangunan yang didukung realisasi investasi PMA dan PMDN.

Di sisi eksternal, ekspor luar negeri tumbuh 5,43 persen (yoy), seiring meningkatnya ekspor jasa akibat lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara.

Dari sisi lapangan usaha, seluruh sektor mencatatkan pertumbuhan positif. Lapangan Usaha Akomodasi dan Makan Minum menjadi penyumbang tertinggi dengan pertumbuhan 8,90 persen (yoy), sejalan dengan meningkatnya kunjungan wisatawan.

Selanjutnya, Perdagangan tumbuh 5,97 persen (yoy), tercermin dari meningkatnya aktivitas wisata dan perdagangan bahan baku konstruksi.

Baca Juga :  Hasil Ungkap Kasus Pencurian Ranmor Oleh Tim Goak, 8 BB Dikembalikan Ke Pemiliknya

Transportasi dan Pergudangan tumbuh 5,53 persen, didorong tingginya lalu lintas penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Sektor Konstruksi tumbuh 2,84 persen (yoy), seiring realisasi investasi, sedangkan Pertanian tumbuh 0,25 persen (yoy), ditopang subsektor perkebunan (kelapa dan kakao) serta peternakan (telur ayam, daging ayam, dan daging sapi).

Bank Indonesia memprakirakan ekonomi Bali akan tetap tumbuh kuat pada Triwulan I 2026. Optimisme konsumen yang terjaga, kelanjutan realisasi investasi, serta momentum HBKN Imlek, Nyepi, dan Ramadan–Idulfitri diyakini akan mendorong aktivitas ekonomi.

Dari sektor pariwisata, peningkatan penerbangan internasional, kegiatan MICE, serta penambahan akomodasi baru berpotensi mendongkrak kunjungan wisatawan. Di sektor pertanian, kebijakan penurunan HET pupuk subsidi, penggunaan bibit unggul, serta kondisi iklim yang lebih baik diproyeksikan meningkatkan produksi.

Untuk menjaga pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan, Bank Indonesia merekomendasikan lima strategi utama Panca Kerthi, yakni:
Memperkuat sektor unggulan nonpariwisata sebagai sumber ekonomi baru Bali.
Mengakselerasi pariwisata berkualitas melalui diversifikasi destinasi berbasis budaya lokal.
Mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli melalui penguatan TPID dan GNPIP.
Meningkatkan akses pembiayaan inklusif, khususnya bagi UMKM dan sektor prioritas.
Memperluas digitalisasi sistem pembayaran melalui penguatan QRIS dan ekosistem digital UMKM.
Melalui sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan, Bank Indonesia optimistis ekonomi Bali akan terus tumbuh kuat, berdaya saing, serta berkelanjutan di tingkat nasional dan global.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here