PMI Meninggal Dunia di Rusia, Dek Wati Sosok Periang dan Pekerja Keras

0
284

 

Balinetizen.com, Jembrana

Suasana duka menyelimuti keluarga I Wayan Joki Angga Dipayana (46) di Banjar Petapan Kelod, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Istri tercinta Ni Made Dwi Ariawati (36) dikabarkan meninggal dunia di Rusia.

Phak keluarga masih belum mengetahui penyebab pasti kematian almarhumah. Terkait proses pemulangan termasuk biaya dari informasi semuanya bakal diurus dan ditanggung oleh pihak perusahaan tempat almarhum bekerja.

Sebelum berangkat bekerja ke luar negeri, almarhum yang akrab disapa Dek Wati dikenal sebagai tukang masak di lingkungan tempat tinggalnya. Tidak hanya itu, almarhum juga berjualan nasi bungkus yang kemudian dititipkan di sekolah-sekolah terdekat di seputaran Desa Pergung.

Bertekad untuk memperbaiki ekonomi keluarga, Dek Wati yang dikenal sebagai sosok periang dan pekerja keras ini kemudian memutuskan mengikuti pelatihan dengan tujuan berangkat ke Rusia.

Almarhum berangkat bekerja ke rusia secara mandiri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) pada pertengahan Agustus 2025 bersama tiga orang lainnya dari Bali dengan kontrak kerja selama tiga tahun. Keinginannya untuk bekerja di Rusia semakin bulat karena di Rusia juga ada kerabat.

“Tekad untuk bekerja ke luar negeri sangat kuat. Tujuan utamanya untuk memperbaiki ekonomi keluarga,” ujar I Wayan Joki Angga Dipayana, suami almarhum.

Ia mengaku mendapat berita duka istri tercinta pergi untuk selamanya bertepatan dengan hari ulang tahun almarhum,14 Pebruari 2026. Padahal sebelumnya ia dengan istrinya (almarhum) sempat melakukan vidio cal sambil bercanda akan merayakan ulang tahun almarhum di sebuah rumah makan olahan ikan di Jembrana.

“Sebelum berangkat sehat walafiat karena terbukti lewat medical check up. Tapi setelah berangkat ke luar negeri, memang beberapa kali mengeluh capek atau lelah,” sebutnya.

Baca Juga :  Tetapkan PKM Wilayah, Kelurahan Renon Gencarkan Sosialisasi Protokol Kesehatan Berniaga

Terkait pemulangan jenasah almarhum, Joki mengaku sudah berkomunikasi dengan kerabat yang ada di Rusia termasuk dengan pihak agen yang memberangkatkan almarhum ke luar negeri.

Namun begitu, ia dan keluarga masih menunggu informasi resmi terkait kapan jadwal pasti pemulangan jenazah almarhum dari Rusia.

“Saat ini (jenasah) masih di rumah sakit di Rusia. Kami harap bisa segera dipulangkan sehingga bisa dilakukan upacara pengabenan,” harapnya.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya, terlebih bagi kedua putra putrinya yang masih remaja.

Dikonfirmasi terpisah Kadis Nakerprin Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, Jumat (20/2/2026) mengatakan, bahwa Pemkab Jembrana nantinya akan memfasilitasi pemulangan jenasah almarhum dengan menyiapkan kendaraan ambulance dari Bandara Ngurah Rai hingga ke rumah duka.

“Katanya hari ini ada keputusan dari rumah sakit di Rusia. Kami masih menunggu surat resmi, mungkin masih proses,” ujarnya. (Komang Tole)

kampungbet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here