Spirit “ring Uluning” Tukad Pakerisan, Sastra Manusia Bali dalam Merespons Perubahan Keras Kehidupan

0
182

Balinetizen.com, Denpasar –

 

 

Jro Gde Sudibya, sakeng pelebahan kaja kangin Bukit Sinunggal, Den Bukit Bali Utara mengatakan, spirit “ring Uluning” Tukad Pakerisan yang berada di wilayah Gianyar adalahSastra Manusia Bali dalam konteks ke kinian. Sastra manusia Bali ini adalah sangat tepat di dalam merespons perubahan kerasnya kehidupan.

Dikatakan, peradaban Tukad Pakerisan dalam ekspresi “jejer kemiri pelinggih” terutama ring uluning Tukad Pakerisan, dibangun di era raja Suami – Istri, Udayana Warmadewa – Gunapriya Dharmapatni di awal abad ke 11.

Menurut Jro Gede Sudibya, peradaban ini merupakan lanjutan dari Peradaban Bali Mula, dari kepemimpinan raja besar Bali Cri Aji Jayapangus. Peninggalan sejarah spiritualitas ring Desa Manukaya Let semestinya bisa “bercerita” banyak tentang “persambungann” antara peradaban Bali Mula dengan Peradaban Bali Pertengahan ring uluning Tukad Pakerisan.Tirtha Empul, Maha Ning (Mengening), Gunung Kawi.

“Tantangannya sekarang, menjaga kelestarian dan spirit dari Peradaban Tukad Pakerisan, mulai: kesucian Pura ring sawewengkon Tukad Pakerisan, sistem kehidupan berupa ethos kerja dalam Sistem Subak nan kaya, “energi” bumi,” katanya .

Dikatakan, Sastra “energi ” Bumi Tukad Pakerisan yang terjaga ini menjadi spirit hidup dan kehidupan dalam merespos perubahan zaman dan menciptakan masa depan.

Menurut Jro Gede Sudibya, Sastra “energi ” Bumi yang mesti terus digali, melahirkan kekuatan daya tahan (resilensi) dalam menyongsong perubahan, berani menghadapi tantangan dan risikonya.

“Tidak sekadar “bersembunyi” dalam “suryak siu”, sikap “menang mekisa” dan (maaf) karakter negatif “nyongkokin taen kebo”,” katanya.

Menurutnya, prilaku negatif yang harus dihabisi, kalau tidak ingin manusia Bali terjerembab kalah dalam sebut saja “perang” peradaban.

“Peradaban Tukad Pakerisan yang telah berusia lebih dari 1,000 tahun mesti digali secara bertanggung jawab, sebagai “taji” kehidupan dalam memenangkan “pertempuran” dan “peperangan”,” kata Jro Gde Sudibya, sakeng pelebahan kaja kangin Bukit Sinunggal, Den Bukit Bali Utara.

Baca Juga :  DPD NasDem Buleleng ‘Back-Up’ Kasusnya Dr. Somvir

Jurnalis Nyoman Sutiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here