Balinetizen.com, Buleleng –
Guna memeriahkan HUT Kota Singaraja ke-422 pada tanggal, 30 Maret 2026 yang sekaligus sebagai ajang pemanasan menghadapi Porprov Bali 2027 mendatang, Pengkab PTMSI Buleleng menggelar kejuaraan tenis meja dengan kategori ganda umum dan beregu campuran pelajar se Bali yang berlangsung pada tanggal 24 – 26 Maret 2026 di Gedung PTMSI GOR Bhuana Patra, Singaraja. Khusus untuk kategori ganda umum mengundang instansi dinas,swasta, BUMN/BUMD, TNI/POLRIt.
Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini, diikuti 24 ganda umum dan beregu campuran antar pelajar se Bali sebanyak 12 regu dengan menperebutkan total hadiah sebesar Rp 12,5 juta.
Saat membuka kejuaraan tenis meja ini, Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra mengatakan ajang kejuaraan tenis meja ini, selain memeriahkan HUT Kota Singaraja sekaligus juga menjaring atlet- atlet berprestasi, guna menghadapi Porprop Bali 2027,
“Sebagai tuan rumah Porprov Bali, tentunya harus mempersiapakan diri sedini mungkin, dan harus memiliki target sukses penyelenggaraan serta sukses prestasi,” ujarnya.
Menurut dia, tenis meja merupakan salah satu olahraga favorit dikalangan masyarakat Buleleng. Terlebih beberapa kali Porprov, cabor tenis meja Buleleng berhasil keluar sebagai juara umum.
“Hal ini menandakan, tenis meja perlu mendapat perhatian khusus,” ucap Sutjidra menegaskan.
Disinggung tentang kurang representatifnya gedung PTMSI bila dibandingkan dengan prestasi yang diukir para atlet tenis meja Buleleng,
Terhadap hal tersebut, Bupati Sutjidra menyebut akan melakukan renovasi, agar sarana prasarananya sesuai standar dan mampu mendukung prestasi.
“Kita akan melakukan renovasi gedung PTMSI sekitar bulan September 2026. Mengingat gedung merupakan sarana pendukung untuk meraih prestasi. Terlebih pembinaan tenis meja sudah dilakukan sejak usia dini, untuk itu sarana akan segera dilakukan,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengkab PTMSI Buleleng Made Lestariana menerangkan tenis meja masih mejadi salah satu olah raga yang digandrungi oleh masyarakat. Hal itu terlihat dari hari kehari selalu gedung PTMSI dipadati pemain pingpong mulai usia dini, hingga senior.
“Pembinaan atlet dilakukan berjenjang, baik melalui club atau perorangan. Hingga kini pemain tenis meja tidak pernah mengalami stagnan pemain. Ini membuktikan pembinaan selalu dilakukan secara berkelanjutan,” pungkasnya. GS

