Balinetizen.com, Buleleng
Pelatihan Pelatih Fisik Level 2 Nasional yang diselenggarakan KONI Buleleng bekerja sama dengan LP2O Lankor, berakhir Selasa (21/4) sore. Sesi penutup dimanfaatkan untuk pemantapan penyusunan program latihan sekaligus evaluasi guna meningkatkan kualitas pelatih di Buleleng.
Ketua Harian KONI Buleleng, I Putu Nova Anita Putra, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah penting dalam mendorong kemajuan olahraga, tidak hanya dari sisi atlet, tetapi juga peningkatan kapasitas pelatih.
“Pelatihan seperti ini sangat penting, karena lami ingin bukan hanya atlet yang berkembang, tetapi pelatih juga memiliki wawasan serta program latihan yang mampu membentuk sistem pelatihan yang periodik dan terarah, sehingga bisa menghasilkan atlet berprestasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pasca pelatihan, KONI Buleleng akan rutin melakukan monitoring, untuk memastikan materi yang diperoleh dalam pelatihan ini benar-benar diterapkan di lapangan.
“Setelah pelatihan ini, kami akan terus memantau bagaimana implementasinya di masing-masing cabang olahraga,” imbuhnya.
Sementara pemateri pelatihan, Prof Dr Devi Tirtawirya menjelaskan, selama enam hari menggelar pelatihan, masih banyak pelatih yang keliru dalam menyusun periodisasi latihan, khususnya dalam penempatan fase tapering.
“Sering kali pelatih memberikan latihan di fase tapering yang tidak tepat. Bahkan ada jeda istirahat yang terlalu panjang, sehingga berisiko menurunkan komponen biomotor atlet saat pertandingan,” jelasnya.
Prof Devi pun mengaku telah memberikan sejumlah catatan penting untuk dianalisis oleh para pelatih, meski keputusan akhir tetap diserahkan kepada pelatih.
“Kami beri masukan mana yang lebih penting dalam pertandingan, tapi selebihnya kami kembalikan ke pelatih, karena mereka yang paling memahami kondisi atletnya,” katanya.
Salah satu peserta pelatihan, sekaligus Sekretaris Perbakin Buleleng, Andre, mengaku materi yang diberikan sangat bermanfaat dan dapat langsung diterapkan di cabang olahraga masing-masing. Ia menilai program latihan yang disusun dalam pelatihan ini lebih terstruktur dan terukur.
“Mulai dari persiapan umum, persiapan khusus, pra kompetisi hingga kompetisi utama, semuanya jelas. Kalau disiapkan sejak jauh hari, saya yakin prestasi atlet akan lebih baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut Andre menyebut, Perbakin Buleleng mulai melakukan persiapan awal untuk menghadapi Porprov Bali 2027, dengan rutin menggelar latihan untuk para atletnya.
“Kami sudah mulai melaksanakan latihan seminggu dua kali, karena sebagian besar atlet kami adalah pelajar. Kami optimis saat Proprov nanti dapat memberikan hasil yang lebih baik,” tandasnya. GS

