Mawar Putih untuk DPRD Bali: Warga Serangan-Jimbaran Dukung Pansus TRAP Jaga Tata Ruang

0
62

 

 

Balinetizen.com, Denpasar

Suasana berbeda terlihat di Gedung DPRD Provinsi Bali, Jumat (24/4/2026). Usai sidang paripurna, warga dari Serangan dan Jimbaran mendatangi kantor dewan dengan membawa bunga mawar putih sebagai simbol dukungan kepada Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali.

Aksi ini bukan bentuk protes, melainkan apresiasi atas langkah tegas Pansus TRAP dalam mengawal tata ruang Bali serta menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan pesisir.

Mawar putih yang dibawa warga melambangkan ketulusan, harapan, dan dukungan damai terhadap kebijakan yang dinilai berpihak pada masyarakat dan alam Bali.

Perwakilan warga Serangan, Ipung, menyampaikan bahwa kedatangan mereka bertujuan untuk memperkuat langkah Pansus TRAP, bukan memberikan tekanan.

“Kami datang bukan untuk menekan, tetapi untuk menguatkan. Apa yang sudah dilakukan di Pulau Serangan menjadi harapan bagi kami. Kami mohon perjuangan ini terus dilanjutkan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peran Gubernur Bali, aparat penegak hukum, serta instansi terkait yang dinilai mulai membuka ruang keadilan bagi masyarakat.

Menurutnya, masyarakat Serangan masih membutuhkan dukungan berkelanjutan dalam memperjuangkan hak atas ruang hidup mereka.

Perwakilan warga Jimbaran, Linda, mengungkapkan bahwa kehadiran Pansus TRAP telah membuka kembali persoalan lama yang selama ini dirasakan masyarakat.

“Kami berterima kasih karena kasus kami akhirnya dibuka. Kami berharap tata ruang Bali ditegakkan untuk kepentingan masyarakat, termasuk perlindungan pura dan akses jalan yang selama ini tertutup,” katanya.

Ia juga mendorong adanya evaluasi kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat serta penindakan tegas terhadap pelanggaran tata ruang.

Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, Dr (c) I Made Supartha, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat. Ia menegaskan bahwa mawar putih yang diberikan menjadi simbol komitmen moral bagi Pansus untuk bekerja secara tulus dan berpihak pada kepentingan Bali.

Baca Juga :  Penguna Jasa Pelabuhan Meningkat, ASDP Tambah Armada Kapal

“Ini adalah lambang kesucian. Kami bekerja dengan tulus, ikhlas, dan lurus untuk menjaga tata ruang, aset, dan kebijakan Bali,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk bersatu menjaga Bali, baik dari sisi lingkungan, budaya, maupun sosial.

“Tidak ada yang bisa mengalahkan kekuatan rakyat. Kami adalah pelayan, rakyat adalah pemiliknya. Saat ini kita harus kompak menjaga Bali untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Aksi damai warga Serangan dan Jimbaran ini menunjukkan bahwa isu tata ruang dan lingkungan kini menjadi perhatian luas masyarakat Bali.

Dari kawasan pesisir hingga pusat pemerintahan, suara rakyat mulai menguat dan mengalir ke ruang kebijakan, menegaskan bahwa Bali bukan sekadar ruang pembangunan, tetapi warisan yang harus dijaga bersama.

Pesan yang disampaikan pun sederhana namun tegas: jika bukan masyarakat Bali yang menjaga alam dan ruang hidupnya, maka siapa lagi.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here