Proyek KEK Pulau Serangan dengan Pertimbangan SEKALA Lan NISKALA Semestinya Dibatalkan

0
40

 

Balinetizen.com, Denpasar

Proyek KEK Pulau Serangan dengan Pertimbangan SEKALA Lan NISKALA Semestinya Dibatalkan.Langkah Gubernur Bali dan Wali Kota Denpasar Selaku Ketua dan Wakil Ketua Dewan Pengarah Ditunggu Publik.

Hal tersebut dikatakan Jro Gde Sudibya, intelektual Bali, budayawan, pengamat kecenderungan masa depan, Sabtu 16 Mei 2026.

Dikatakan, beranjak dari geguritan Sucita-Subudi: “Sekala lan niskala atepang mangden mamesik, Reh Jati palinggan tunggal, Hyang Wisesa ngeraganin”, dst.nya. Arti bebasnya, yang tampak mata dan yang tidak tampak (Niskala) satukan menjadi satu, karena di sanalah realitas Tuhan menjadi nyata.

Menurut Jro Gde Sudibya, berdasarkan ajaran leluhur Bali, sudah semestinya proyek ini dibatalkan dengan alasan SEKALA dan NISKALA.

Dikatakan, SEKALA artinya, semenjak pembebasan tanah tahun 1990’an, reklamasi baca merusak bentang alam, membuat garis pantai dari Watuklotok (Klungkung) sampai Padang Galak hancur mengalami abrasi.

Berita terbaru dari para “kesatria” Pansus TRAP DPRD Bali dengan temuan dugaan pelanggaran hukum mulai dari tukar guling tanah, konversi hutan bakau yang menurut UU tidak bisa dialih-fungsikan termasuk penerbitan 109 SHM yang diduga melanggar hukum.

Dikatakan, “Penganiayaan” terhadap hutan mangrove yang merupakan bagian dari Tahura Ngurah Rai yang menjadi kebanggaan Indonesia dan bahkan dunia tentang Pembangunan Ramah Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan, merujuk judul sebuah film “Dosa tak Berampun”.

NISKALA, jejer kemiri Pura: Mertasari, Petirthan Tirtha Empul, Dalem Pengembak, palebahan wana Sanur – Dalem Pengembak – Alas Tahura Ngurah Rai, jejer kemiri Pura ring sawengkon Pulau Serangan, Pura Sakenan, “keletehan”, ternodai kesuciannya.

Menurut Jro Gde Sudibya, Gubernur Bali, Wali Kota Denpasar sebagai Ketua dan Wakil Ketua Dewan Pengarah KEK Kura-Kura Bali, seharusnya setia “mesatya” dengan visi misi Sad Kerthi Loka Bali dan Sat Kerthi Loka Bali.

Baca Juga :  Wayan Wakil tak Mampu Lanjutkan Sidang, Sakit Permanen

“Gelising cerita” Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam arahannya dalam perayaan HUT Partai tahun 2026, mewanti-wanti dengan narasi yang sangat keras dari risiko dari bencana ekologi, dan krisis sosial dan krisis ideologis yang mengancam negeri ini.

“Sebagai kader partai yang memperoleh amanah, semestinya mereka tunduk pada arahan ini,” kata Jro Gde Sudibya, intelektual Bali, pengamat kecenderungan masa depan.

Jurnalis Nyoman Sutiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here