Konsep All-Inclusive Mewah Hadir di Bali, Paradisus by Meliá Targetkan Wisatawan Premium Dunia

0
69

Balinetizen.com, Badung-

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) resmi meluncurkan Paradisus by Meliá Bali di kawasan The Nusa Dua, Bali, pada 15–17 Mei 2026. Kehadiran resor mewah dengan konsep all-inclusive ini menjadi debut pertama brand Paradisus di Asia sekaligus menandai langkah baru SSIA dalam memperkuat pasar luxury travel di Indonesia.

Peluncuran Paradisus by Meliá Bali diharapkan menjadi game changer bagi industri hospitality di Bali maupun Indonesia melalui konsep pengalaman menginap yang berbeda. Resor ini menggabungkan layanan premium, pengalaman budaya lokal, wellness, kuliner, hingga aktivitas keluarga dalam satu destinasi terpadu.

Presiden Direktur SSIA, Johannes Suriadjaja mengatakan transformasi Meliá Bali menjadi Paradisus merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat sektor pariwisata nasional.

“Kami mulai dengan Meliá Bali pada tahun 1983 dan hotel ini menjadi hotel kedua di kawasan Nusa Dua setelah Nusa Dua Beach Hotel. Saat itu kami membantu pemerintah mempromosikan pariwisata Indonesia dengan dukungan World Bank untuk pengembangan kawasan Nusa Dua,” ujar Johannes saat bertemu dengan awak media pada Sabtu (16/05/2026) di Paradisus by Meliá Bali.

Ia menjelaskan, selama puluhan tahun Meliá Bali menunjukkan performa yang sangat baik dengan tingkat okupansi rata-rata mencapai 80 persen sebelum renovasi dilakukan.

“Dari beberapa dekade performanya sangat baik dan sangat populer. Karena itu kami melihat perlu ada inovasi baru. Ketika melihat Meliá memiliki brand yang lebih luxury dengan konsep all-inclusive, kami percaya ini bisa menjadi game changer baru di Bali maupun Indonesia,” katanya.

Menurut Johannes, konsep Paradisus tetap mempertahankan identitas khas Bali yang sudah melekat sejak lama di Meliá Bali. Sejumlah elemen arsitektur lama seperti lukisan pada plafon lobby dan taman tropis tetap dipertahankan untuk menjaga nuansa Bali.

Baca Juga :  Bupati Suwirta Resmikan PLUT Klungkung

“Secara konsep tulang bangunan lama tetap kami pertahankan. Painting di ceiling lobby masih ada dan suasana Balinya tetap dipertahankan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Paradisus Bali hadir dengan pembagian area yang lebih eksklusif untuk berbagai segmen tamu, mulai dari keluarga, remaja hingga dewasa.

“Menariknya fasilitas di sini terbagi khusus untuk umum, keluarga, remaja dan dewasa agar lebih nyaman menikmati pengalaman menginap. Ke depan kami juga akan mengembangkan The Reserve menjadi boutique hotel khusus dewasa dengan suasana lebih tenang,” jelasnya.

Selain itu, SSIA juga menghadirkan ballroom baru, premium spa serta delapan restoran dengan pengalaman kuliner berbeda di dalam kawasan resor.

General Manager Paradisus Bali, Eduardo Castro Perera mengatakan konsep yang diusung Paradisus Bali tidak hanya menjual fasilitas mewah, tetapi juga pengalaman yang berakar pada budaya lokal Bali.

“Bali memiliki budaya yang kuat, karakter yang indah dan itu bukan hanya untuk dihargai tetapi juga dipromosikan. Karena itu kami menghadirkan konsep destination inclusive dengan melibatkan komunitas dan masyarakat lokal dalam berbagai pengalaman yang dirasakan tamu,” ujarnya.

Menurut Eduardo, hotel hanyalah sebuah panggung, sementara pengalaman sesungguhnya diciptakan oleh manusia yang ada di dalamnya.

“Hotel hanyalah panggungnya, manusialah yang menciptakan pengalaman. Jadi bagaimana keduanya digabungkan menjadi pengalaman indah bagi para tamu,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa unsur budaya Bali hadir di berbagai sudut hotel, mulai dari dekorasi, ukiran kayu karya pengrajin lokal hingga penggunaan produk lokal dalam operasional hotel.

“Kami punya program Low Kilometer Zero, di mana kami berupaya menggunakan produk lokal sebanyak mungkin. Selain mengurangi polusi dari pengiriman jarak jauh, ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap masyarakat lokal,” jelas Eduardo.

Baca Juga :  Diusahakan Musyawarah dan Mupakat, DPRD Badung Keluarkan Rekomendasi Terkait Pilkel Angantaka

Paradisus Bali juga mengedepankan konsep keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan yang ketat. Eduardo menyebut Meliá Hotels International telah dinobatkan sebagai jaringan hotel nomor satu di dunia dalam aspek keberlanjutan.

“Kami memiliki kebijakan yang sangat kuat untuk mengurangi limbah, menggunakan produk ramah lingkungan, serta memastikan pengelolaan sampah berjalan baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Eduardo menegaskan bahwa Paradisus Bali tidak ingin bersaing dalam harga, melainkan dalam pengalaman yang diberikan kepada tamu.

“Kami tidak ingin bersaing dalam harga, kami ingin bersaing dalam pengalaman. Bali adalah panggung bagi banyak hotel luar biasa di dunia, tetapi kami ingin memberikan sesuatu yang lebih dari sekadar pelayanan atau makanan. Kami ingin menghadirkan pengalaman budaya Bali sejak tamu datang hingga meninggalkan hotel,” katanya.

Paradisus Bali berlokasi di kawasan premium The Nusa Dua dengan berbagai fasilitas unggulan seperti The Reserve khusus dewasa, Family Concierge, fasilitas wellness dan relaksasi, restoran dan bar premium, hingga program budaya khas Bali.

Selain memperkuat sektor hospitality, SSIA juga melanjutkan kerja sama strategis dengan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) melalui perpanjangan Land Utilization & Land Development Agreement (LUDA) untuk Lot N1 di kawasan The Nusa Dua pada Januari 2025.

Kerja sama yang telah berlangsung lebih dari empat dekade itu disebut menjadi bukti komitmen bersama dalam memajukan pariwisata Indonesia, khususnya Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia.

 

Radha-MB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here