Pendaftaran SMK Bisa dari Seluruh Jawa Timur, Masyarakat Diminta Pahami Perbedaan Sistem SMK dan SMA pada SPMB 2026

0
215

Balinetizen.com, Jember –

 

Menjelang pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026, Humas SMK Negeri 8 Jember, Sutopo, mengingatkan masyarakat agar memahami perbedaan mendasar sistem pendaftaran antara SMK dan SMA, khususnya terkait domisili atau zona pendaftaran.

Menurut Sutopo, masih banyak masyarakat dan calon wali murid yang belum sepenuhnya memahami mekanisme SPMB, terutama terkait perbedaan jalur pendaftaran di tingkat SMA dan SMK.

“Untuk SMK, khususnya di Jawa Timur, masyarakat perlu mengetahui bahwa sistemnya berbeda dengan SMA. SMK menggunakan cakupan wilayah Jawa Timur, sehingga calon siswa dari mana pun di wilayah Jawa Timur bisa mendaftar ke SMK Negeri mana saja,” ujarnya.

Ia menjelaskan, meskipun pendaftaran SMK terbuka untuk seluruh wilayah Jawa Timur, proses seleksi tetap memperhatikan faktor jarak dan kuota yang tersedia.

“Calon siswa bisa mendaftar dari mana saja, tetapi nanti seleksinya akan dibandingkan dengan pendaftar lain yang berada paling dekat dengan sekolah sesuai kuota yang tersedia,” jelasnya.

Sementara itu, untuk SMA, sistem domisili masih mengacu pada zonasi yang telah ditentukan. Artinya, calon peserta didik yang berada atau beralamat dekat dengan sekolah memiliki peluang sesuai ketentuan zonasi yang berlaku.

“Ini menjadi perbedaan paling krusial antara SMK dan SMA pada jalur domisili. Karena itu masyarakat perlu memahami agar tidak terjadi kesalahan saat memilih sekolah,” tambahnya.

Sutopo menyampaikan jika sebagian wali murid masih merasa kurang memahami mekanisme SPMB. pihak sekolah telah menyiapkan berbagai langkah sosialisasi agar informasi dapat diterima masyarakat secara utuh. Salah satunya melalui grup WhatsApp peminatan calon siswa SMK Negeri 8 Jember yang telah dijalankan sekitar 4–5 tahun terakhir.

“Kami memiliki grup khusus calon siswa yang ingin masuk SMK 8. Grup ini disebarkan ke sekolah-sekolah sekitar dan berjalan dari mulut ke mulut. Sistem ini sudah digunakan bertahun-tahun dan sampai sekarang masih efektif,” terang Sutopo.

Baca Juga :  Dua Doni Monardo di Sentani

Melalui grup tersebut, calon siswa dan wali murid dapat memperoleh informasi lengkap mulai dari syarat pendaftaran, tahapan SPMB, proses seleksi hingga sesi tanya jawab.

Selain itu, sekolah juga memanfaatkan media sosial dan website resmi sekolah sebagai sarana informasi.

“Di sana sudah dijelaskan lengkap mulai dari syarat SPMB, tahapan pendaftaran, hingga informasi jurusan dan prospek kerja masing-masing program keahlian,” katanya.

Jalur Afirmasi SPMB 2026 Gunakan Kartu Bantuan Resmi Pemerintah
Pada SPMB 2026, terdapat beberapa penyesuaian kebijakan, khususnya pada jalur afirmasi bagi masyarakat kurang mampu.

Jika sebelumnya masih diperbolehkan menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), kini persyaratan tersebut tidak lagi digunakan.

Sebagai gantinya, calon peserta didik wajib menggunakan kartu bantuan resmi pemerintah seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Indonesia Pintar (PIP), Program Keluarga Harapan (PKH), maupun Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Perubahan ini dilakukan agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran. Karena sebelumnya penggunaan SKTM dinilai masih berpotensi disalahgunakan,” jelas Sutopo.

Ia menambahkan, penggunaan kartu bantuan pemerintah menjadi syarat utama untuk mengikuti jalur afirmasi di SMA maupun SMK negeri di Jawa Timur. Namun, penerimaan tetap menyesuaikan kuota dan mekanisme seleksi dalam sistem.

“Secara administrasi bisa mendaftar, tetapi untuk diterima tetap mengikuti kuota dan aturan yang sudah ditetapkan sistem,” ujarnya.

Untuk memastikan informasi tersampaikan secara resmi dan akurat, pihak sekolah juga menggelar sosialisasi langsung dengan mengundang calon wali murid dan calon siswa ke sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan penjelasan terkait mekanisme SPMB, pilihan jurusan, hingga gambaran dunia kerja setelah lulus. Di SMK Negeri 8 Jember sendiri tersedia tujuh jurusan yang dapat dipilih calon siswa.

“Kami sengaja mengundang oran

Baca Juga :  Belum Ada Plafon, Gedung Sat Pol PP Jembrana Kerap Kebanjiran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here