Puri Saren Agung Ubud Dukung Prosesi Palebon Ida Pedanda Istri Purnama di Taman Dedari

0
55

 

Balinetizen.com, Gianyar

 

Suasana sakral dan penuh khidmat menyelimuti pelataran Taman Dedari, Kedewatan, Ubud, saat dilangsungkannya rangkaian Upacara Palebon Ida Pedanda Istri Purnama dari Griya Gede Simpangan Manuaba Bunutan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.

Prosesi suci ini menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada seorang sulinggih yang telah menempuh perjalanan spiritual semasa hidupnya. Upacara palebon tidak hanya dimaknai sebagai pelepasan secara niskala, tetapi juga simbol penghantaran atma menuju Sunya Loka.

Pelataran Taman Dedari dipilih sebagai lokasi pabasmian atau pembakaran jenazah setelah melalui koordinasi serta persetujuan adat. Kawasan tersebut dinilai memenuhi unsur kesucian dan spiritualitas untuk mendukung pelaksanaan yadnya sesuai nilai agama Hindu dan tradisi Bali.

Prosesi palebon dipuput oleh Pedanda Nabe, Ida Pedanda Gde Putra Mayun dari Griya Mayun Manuaba Banjar Bakbakan, Desa Cau Belayu, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Pelaksanaan karya suci ini juga mendapat dukungan penuh dari Puri Saren Agung Ubud sebagai bentuk bhakti dan penghormatan kepada sulinggih serta upaya menjaga warisan budaya dan spiritual Bali.

Dalam upacara tersebut digunakan sarana suci berupa Padma Putih Kuning dan Petulangan Lembu Putih yang memiliki makna simbolis sebagai lambang kesucian dan kendaraan penghantar atma menuju alam luhur.

Petulangan Lembu Putih dipersembahkan oleh Prof. Dr. Tjokorda Gde Raka Sukawati, SE., MM yang juga merupakan Pangelingsir Puri Saren Agung Ubud sekaligus pemilik Taman Dedari dan The Royal Pita Maha Ubud.

Prof. Dr. Tjokorda Gde Raka Sukawati atau yang akrab disapa Cok De mengatakan pelaksanaan palebon di Taman Dedari menjadi momentum luar biasa sekaligus pembelajaran bagi masyarakat Bali.

“Ini merupakan momen yang luar biasa. Yadnya atau upacara sebaiknya dilaksanakan di tempat yang suci. Banyak tempat yang ada, namun tetap dipilih pelaksanaan palebon di Taman Dedari The Royal Pita Maha,” ujarnya.

Baca Juga :  Komisi I Gelar Rapat Dengan Dinas Terkait, Bahas Tapal Batas Desa Sepang Kelod dan Desa Dapdap Putih

Menurutnya, prosesi tersebut juga menjadi contoh nyata sinergi antara dunia usaha, profesionalisme, dan adat budaya Bali.

“Ini sangat bagus buat kita sebagai pelajaran dan contoh ke depan bagaimana keberadaan bisnis profesional dapat bersinergi dengan sosial adat di Bali,” tambah Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana tersebut.
Sementara itu, putra almarhum Ida Bagus Suarbawa menyampaikan rasa terima kasih kepada Puri Saren Agung Ubud atas dukungan penuh dalam pelaksanaan upacara palebon, termasuk penggunaan pelataran Taman Dedari sebagai tempat pabasmian.

Melalui persembahan ini, Taman Dedari turut menyampaikan penghormatan terakhir kepada almarhum Ida Pedanda Istri Purnama serta apresiasi kepada keluarga besar Griya Gede Simpangan Manuaba Bunutan, para sulinggih, krama adat, dan seluruh pihak yang telah ngayah demi kelancaran karya suci tersebut.

“Dumogi Ida Pedanda ngamolihang genah sane becik, suci, lan rahayu ring Sunya Loka.”(ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here