Balinetizen.com, Jember
Bupati Jember, Gus Muhammad Fawa’id, menegaskan pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat terkait seluruh program yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Pro Gus’e Update, yang menjadi sarana sosialisasi berbagai program pembangunan dan bantuan pemerintah kepada masyarakat.
Menurut Gus Fawa’id, program-program pemerintah harus diketahui oleh seluruh warga Jember agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal sekaligus diawasi bersama oleh masyarakat.
“Acara Pro Gus’e Update ini adalah ikhtiar kita untuk mensosialisasikan semua program Pemerintah Kabupaten Jember. Program ini harus diketahui oleh seluruh masyarakat Jember supaya pemanfaatannya optimal dan pengawasannya bisa kita kawal bersama-sama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tidak ada program yang ditutup-tutupi. Melalui berbagai kanal komunikasi pemerintah, masyarakat diberikan akses informasi seluas-luasnya mengenai program yang telah dijalankan.
“Ini adalah ikhtiar keterbukaan untuk pemanfaatan semua program yang telah dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Jember yang bersinergi dengan Pemerintah Pusat. Sekaligus untuk pengawasan bersama-sama,” katanya.
Bupati juga mencontohkan bantuan alat dan sarana pertanian yang setiap tahun diberikan kepada kelompok tani. Menurutnya, bantuan tersebut harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
Dalam kesempatan itu, Gus Fawa’id juga menyoroti pentingnya sektor ketahanan pangan di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. Ia bersyukur karena Pemerintah Pusat menjadikan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.
“Alhamdulillah, Indonesia hari ini sudah swasembada pangan untuk padi dan beberapa komoditas lainnya, termasuk gula konsumsi. Ini perlu kita syukuri bersama karena mampu meminimalisir dampak ketidakstabilan ekonomi dunia terhadap masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat dalam memprioritaskan pembangunan sektor pertanian, perkebunan, dan ketahanan pangan. Upaya tersebut juga mendapat dukungan dari TNI, Polri, serta berbagai lembaga vertikal lainnya.
Menurut Gus Fawa’id, komitmen tersebut bukan sekadar retorika, melainkan dibuktikan dengan besarnya anggaran dan program yang digelontorkan untuk sektor pertanian di Kabupaten Jember.
“Kalau kita nominalkan semua program yang ada di Kabupaten Jember yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Jember dan Pemerintah Pusat, kurang lebih mencapai Rp312 miliar selama tahun 2025 dan 2026. Ini merupakan salah satu perhatian terbesar dalam sejarah Kabupaten Jember,” tegasnya.
Dana tersebut digunakan untuk berbagai program pendukung pertanian, termasuk optimalisasi lahan yang bertujuan meningkatkan luas panen dan produktivitas pertanian. Program ini, kata Gus Fawa’id, telah dirasakan langsung manfaatnya oleh para petani dan kelompok tani di berbagai wilayah Kabupaten Jember.
Dengan dukungan anggaran yang besar serta keterlibatan masyarakat dalam pengawasan, Pemerintah Kabupaten Jember optimistis sektor pertanian akan semakin maju dan mampu menjadi penopang utama perekonomian daerah sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
( Bam)

