Pengcab Padel Pertama di Bali Resmi Berdiri, Denpasar Bidik Pembinaan Atlet dan Sport Tourism

0
60

 

Balinetizen.com, Denpasar

 

Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Kota Denpasar resmi dilantik sebagai pengurus cabang pertama di Bali untuk masa bakti 2026-2030. Pelantikan yang digelar di The Meru, Sanur, Sabtu (13/6/2026), menjadi tonggak penting dalam pengembangan olahraga padel di Pulau Dewata.

Acara tersebut dihadiri Ketua Umum PBPI Pusat Galih Dimuntur Kartasasmita, jajaran PBPI Provinsi Bali, perwakilan Pemerintah Kota Denpasar, KONI Denpasar, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Dalam sambutannya, Ketua Umum PBPI Pusat, Galih Dimuntur Kartasasmita, menegaskan bahwa Bali memiliki peran strategis dalam perjalanan dan perkembangan olahraga padel di Indonesia.

Menurutnya, meskipun olahraga padel pertama kali diperkenalkan oleh TNI Angkatan Udara, Bali menjadi daerah yang berkontribusi besar dalam memperkenalkan dan mengembangkan olahraga tersebut hingga semakin dikenal masyarakat luas.

“Padel Indonesia lahir di Bali dan harus dibesarkan oleh Bali. Bali bukan hanya berbicara soal prestasi, tetapi juga rekreasi dan sport tourism yang menjadi kekuatan utama olahraga ini,” ujar Galih.

Ia menambahkan, Bali memiliki keunggulan karena mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang tidak hanya untuk berlibur, tetapi juga berolahraga. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal besar untuk menjaga pertumbuhan padel secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Umum PBPI Kota Denpasar terpilih, Yonathan Andre Baskoro, mengatakan pelantikan ini merupakan langkah awal untuk membangun ekosistem olahraga padel yang sehat, terstruktur, dan berkelanjutan di Kota Denpasar.

Menurutnya, perkembangan padel di Bali, khususnya Denpasar, menunjukkan tren yang sangat positif dalam beberapa tahun terakhir sehingga diperlukan organisasi resmi yang mampu mengatur dan mengembangkan olahraga tersebut.
“Sudah waktunya ada federasi yang mengatur ekosistem olahraga padel agar pertumbuhannya tetap sehat dan berkelanjutan,” kata Yonathan.

Baca Juga :  OPINI : Ingin Ganjar Menang? Stop Kesombongan!

Sebagai bagian dari program pembinaan, PBPI Denpasar menargetkan pengembangan atlet usia dini melalui sekolah-sekolah. Program tersebut akan dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar dengan melibatkan guru olahraga tingkat SMP.
Para guru nantinya akan diberikan pelatihan dasar mengenai olahraga padel agar dapat memperkenalkan cabang olahraga tersebut kepada para siswa sejak dini.

Selain itu, PBPI Denpasar juga akan menggandeng klub-klub padel dan pengelola lapangan untuk membuka akses yang lebih luas bagi pelajar agar dapat mencoba olahraga tersebut dengan biaya terjangkau, bahkan gratis bagi calon atlet potensial.

Tidak hanya fokus pada pembinaan atlet, PBPI Denpasar juga menaruh perhatian pada pengembangan infrastruktur olahraga padel.
Organisasi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk menyediakan lahan milik pemerintah yang dapat dimanfaatkan sebagai lapangan padel terbuka bagi masyarakat umum. PBPI Denpasar bahkan menyatakan kesiapannya membantu penyediaan fasilitas lapangan tanpa membebani anggaran pemerintah.

Langkah ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap olahraga padel sekaligus meningkatkan jumlah pemain dan bibit atlet baru di Denpasar.

PBPI Denpasar juga menargetkan dapat bergabung secara resmi sebagai anggota KONI Denpasar pada tahun depan. Jika seluruh persyaratan organisasi dan keanggotaan terpenuhi, cabang olahraga padel diharapkan dapat tampil pada ajang Pekan Olahraga Pelajar maupun Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali melalui status ekshibisi sebelum nantinya menjadi cabang olahraga resmi yang dipertandingkan.

Yonathan optimistis olahraga padel akan terus berkembang di Bali karena didukung tingginya minat wisatawan asing maupun lokal.
Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah kota besar lainnya yang mulai menghadapi ketidakseimbangan antara jumlah lapangan dan jumlah pemain.

“Bali memiliki keunggulan karena didukung sektor pariwisata. Itu yang membuat padel terus tumbuh dan memiliki peluang besar menjadi olahraga prestasi sekaligus olahraga wisata,” pungkasnya.(rls)

Baca Juga :  WNA Pelanggar Izin Tinggal Diburu Imigrasi, 6 Orang Diamankan di Bali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here