Bupati Jember Ajak Pelajar Kejar Pendidikan Tinggi untuk Cegah Pernikahan Dini

0
48

Balinetizen.com, Jember

 

Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengajak para pelajar untuk terus melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi sebagai upaya mencegah pernikahan dini. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri program Bunga Desaku di SMP Negeri 1 Sumberjambe.

Dalam dialog bersama para siswa, Gus Fawait menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu kunci utama membangun masa depan sekaligus menekan tingginya angka perkawinan anak di Kabupaten Jember.

“Anak-anak harus terus semangat belajar dan mengejar pendidikan setinggi-tingginya. Dengan pendidikan, mereka akan memiliki masa depan yang lebih baik dan terhindar dari pernikahan usia dini,” ujarnya.

Menurutnya, angka dispensasi perkawinan di Jember masih tergolong tinggi. Setiap tahunnya tercatat sekitar 1.300 permohonan dispensasi kawin. Karena itu, pemerintah akan terus melakukan berbagai langkah pencegahan, termasuk memperkuat edukasi kepada masyarakat.

Meski demikian, Gus Fawait menegaskan bahwa persoalan perkawinan anak tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga lembaga pendidikan.

“Ini tidak bisa dicegah hanya oleh pemerintah atau bupati saja. Kita harus bergandengan tangan dengan semua lapisan masyarakat. Karena itu kami terus mengampanyekan pentingnya sekolah, menuntut ilmu, dan pendidikan di pondok pesantren agar anak-anak memiliki cita-cita yang tinggi,” katanya.

Selain bertemu para siswa, dalam rangkaian Program Bunga Desaku, Bupati juga berdialog dengan kelompok pengajian dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan pentingnya mencegah pernikahan dini melalui peningkatan kesadaran akan pendidikan.

Pada kesempatan yang sama, Gus Fawait juga menyoroti persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang masih menjadi tantangan dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Jember.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Jember akan meluncurkan sejumlah terobosan, salah satunya dengan menggalakkan program pendidikan kesetaraan atau kejar paket bagi masyarakat yang putus sekolah.

Baca Juga :  Gubernur NTT Prihatin Perburuan Liar di TN Komodo Tetap Berlangsung

“Insya Allah tahun ini kita akan melakukan terobosan untuk memperbaiki IPM, khususnya pada indikator rata-rata lama sekolah. Anak-anak yang tidak sekolah akan kita minimalisir, salah satunya melalui program kejar paket,” tegasnya.

Melalui Program Bunga Desaku, Pemerintah Kabupaten Jember berharap semakin banyak generasi muda yang termotivasi untuk terus belajar, meraih pendidikan yang lebih tinggi, serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam menekan angka pernikahan dini dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Jember.

( Bam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here