WNA Aljazair Ngaku Dianiaya oleh Aparat saat Proses Hukum Kasus Pencurian di Polsek Kuta

0
47

Balinetizen.com, Badung

 

Dugaan penganiayaan terhadap seorang warga negara (WN) Aljazair berinisial MBC yang tengah menjalani proses hukum dalam kasus dugaan pencurian mencuat ke publik. Tuduhan tersebut disampaikan kuasa hukum MBC berdasarkan pengakuan kliennya. Namun, pihak kepolisian membantah keras adanya tindakan kekerasan selama proses penangkapan maupun pemeriksaan.

Kuasa hukum MBC, Florentina atau yang akrab disapa Laura, mengatakan dugaan tersebut muncul setelah dirinya mendampingi kliennya menjalani pemeriksaan kesehatan di Murni Teguh Hospital, Jumat (3/7/2026).

Menurut Florentina, MBC mengaku mengalami kekerasan saat diamankan pada 6 Juni 2026. Kliennya menyebut dipukul karena tidak mengakui tuduhan pencurian serta menolak menunjukkan tempat tinggalnya kepada petugas.

“Ini masih sebatas dugaan berdasarkan pengakuan klien kami. Dia mengaku dipukul oleh sekitar 10 orang anggota. Selain dipukul di bagian tubuh, dia juga mengaku sempat ditodong menggunakan senjata ke arah alat kelaminnya,” ujar Florentina.

Meski demikian, Florentina menegaskan pihaknya masih berhati-hati dalam menyampaikan dugaan tersebut karena belum memiliki bukti yang menguatkan seluruh pengakuan kliennya.

“Klien kami mengaku mengetahui siapa saja yang diduga melakukan tindakan itu, tetapi kami belum ingin berspekulasi sebelum semuanya dapat dibuktikan,” katanya.

Florentina menjelaskan, hasil pemeriksaan medis awal menunjukkan kondisi testis MBC mengalami penyusutan. Namun, ia mengakui kliennya memang memiliki riwayat cedera pada bagian tersebut sejak 2019 akibat peristiwa pemukulan yang pernah dialaminya.

Menurutnya, selama beberapa tahun terakhir tidak ada keluhan. Namun setelah penangkapan pada 6 Juni lalu, rasa nyeri kembali muncul dan semakin dirasakan dalam sekitar 10 hari terakhir.
Dokter memberikan antibiotik dan obat pereda nyeri, serta meminta observasi selama tujuh hari sebelum dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis urologi apabila keluhan masih berlanjut.

Baca Juga :  Vietjet Luncurkan Penerbangan Langsung Pertama yang Menghubungkan Jakarta dengan Kota Pesisir Vietnam, Da Nang

“Hingga saat ini belum ada hasil yang menyatakan adanya perdarahan ataupun cedera serius karena masih menunggu hasil observasi medis,” jelasnya.

Selain dugaan kekerasan, kuasa hukum juga menyoroti kondisi psikologis keluarga MBC.
Istri MBC yang turut menjadi tersangka dalam perkara yang sama disebut mengalami depresi berat hingga diduga sempat mencoba bunuh diri dengan menyayat tangannya menggunakan peniti.

Pasangan tersebut diketahui memiliki seorang anak berusia satu tahun yang saat ini berada bersama ibunya di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kerobokan. Menurut Florentina, anak tersebut hanya dititipkan kepada ibunya karena masih balita dan tidak terlibat dalam perkara hukum.

Kuasa hukum juga menyebut anak tersebut memiliki riwayat penyakit jantung berdasarkan dokumen medis yang dimiliki keluarga.

Di sisi lain, keluarga di Aljazair juga tengah berduka setelah ayah dari istri MBC dikabarkan meninggal dunia.

“Sampai sekarang kami juga belum memberitahukan kabar tersebut kepada istrinya karena khawatir kondisi mentalnya semakin memburuk,” ungkap Florentina.

Kasus Dugaan Pencurian
Dalam perkara pokok, MBC bersama istrinya diduga terlibat pencurian sejumlah produk bermerek Adidas di dua lokasi berbeda di kawasan Kuta.

Lokasi pertama berada di Beachwalk Shopping Center dengan barang yang diduga diambil berupa enam potong pakaian dan tiga topi.

Sementara di lokasi kedua, MBG, barang yang diduga diambil berupa tiga pakaian dan dua topi.

Menurut Florentina, berdasarkan pengakuan kliennya, MBC mengakui mengambil barang tersebut. Namun, istrinya membantah ikut terlibat.

Pihak kuasa hukum mengaku hingga kini masih menunggu salinan lengkap Berita Acara Pemeriksaan (BAP) untuk mempelajari seluruh alat bukti yang dimiliki penyidik.

Menanggapi tuduhan tersebut, Kapolsek Kuta Kompol Laksmi Trisnadewi Wieryawan menyatakan pihaknya tengah menyusun laporan lengkap mengenai hasil pemeriksaan kesehatan terhadap MBC.

Baca Juga :  Pj Gubernur Bali Ajak Anggota DPD RI Dapil Bali ‘Ngrombo’ Selesaikan Sejumlah Persoalan Krusial di Bali

Ia mengatakan seluruh informasi resmi akan disampaikan melalui Seksi Humas Polresta agar seluruh media memperoleh keterangan yang sama.

“Sebentar lagi laporan lengkap proses pemeriksaan kesehatan sedang saya susun. Nanti satu pintu melalui Kasi Humas Polresta agar sekaligus dibagikan kepada rekan-rekan media,” ujarnya melalui pesan singkat.

Kapolsek juga membantah adanya tindak kekerasan selama penanganan terhadap MBC.

“Yang bersangkutan sakit bukan akibat kekerasan fisik. Sejak awal diamankan pelaku kooperatif,” tegasnya.

Hingga kini, dugaan penganiayaan tersebut masih sebatas berdasarkan pengakuan MBC melalui kuasa hukumnya dan belum terdapat kesimpulan resmi dari hasil pemeriksaan medis maupun penyelidikan terkait dugaan tersebut. (ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here